Pertama di Eropa, Vaksin COVID-19 Disuntikkan ke Manusia

Jum'at, 24 April 2020 - 10:44 WIB
loading...
Pertama di Eropa, Vaksin...
Elisa Granato, sukarelawan yang disuntik vaksin COVID-19 dalam uji coba di Oxford, Inggris. Foto/BBC
A A A
OXFORD - Uji coba vaksin COVID-19 pada manusia telah dilakukan untuk pertama kali di Eropa. Dua sukarelawan di Oxford, Inggris, telah disuntik vaksin.

Kedua sukarelawan itu menjadi yang pertama disuntik di antara 800 orang lebih yang telah direkrut untuk penelitian.

Setengah dari seluruh sukarelawan akan menerima vaksin COVID-19, dan separuhnya lagi vaksin kontrol yang melindungi dari meningitis tetapi bukan virus corona.

Rancangan uji coba ini berarti sukarelawan tidak akan tahu vaksin mana yang mereka dapatkan.

Elisa Granato, salah satu dari dua sukarelawan yang menerima suntikan, mengatakan kepada BBC; "Saya seorang ilmuwan, jadi saya ingin mencoba untuk mendukung proses ilmiah di mana pun saya bisa."

Vaksin ini dikembangkan dalam waktu kurang dari tiga bulan oleh sebuah tim di Universitas Oxford. Sarah Gilbert, profesor vaksinologi di Jenner Institute, memimpin penelitian pra-klinis.

"Secara pribadi saya memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap vaksin ini," katanya, seperti dikutip BBC, Jumat (24/4/2020).

"Tentu saja, kita harus mengujinya dan mendapatkan data dari manusia. Kita harus menunjukkan itu benar-benar bekerja dan menghentikan orang yang terinfeksi virus corona sebelum menggunakan vaksin pada populasi yang lebih luas," paparnya.

Profesor Gilbert sebelumnya mengatakan bahwa dia 80 persen percaya diri vaksin akan bekerja, tetapi sekarang lebih suka untuk tidak menempatkan angka di atasnya. Dia hanya berujar "sangat optimis" tentang peluang tersebut.

Cara Kerja Vaksin

Vaksin ini dibuat dari versi lemah virus flu biasa (dikenal sebagai adenovirus) dari simpanse yang telah dimodifikasi sehingga tidak dapat tumbuh pada manusia.

Tim Oxford telah mengembangkan vaksin untuk melawan Mers, jenis lain dari coronavirus, menggunakan pendekatan yang sama—dan yang menjanjikan hasil dalam uji klinis.

Satu-satunya cara tim akan mengetahui apakah vaksin COVID-19 bekerja adalah dengan membandingkan jumlah orang yang terinfeksi virus corona dalam beberapa bulan mendatang dari kedua kelompok percobaan.

Itu bisa menjadi masalah jika kasus infeksi COVID-19 turun dengan cepat di Inggris, karena mungkin tidak ada cukup data.

Profesor Andrew Pollard, direktur Kelompok Vaksin Oxford, yang memimpin uji coba, mengatakan: "Kami mengejar akhir dari gelombang epidemi saat ini. Jika kami tidak menangkapnya, kami tidak akan dapat memastikan apakah vaksin bekerja dalam beberapa bulan ke depan. Tetapi kami berharap bahwa akan ada lebih banyak kasus di masa depan karena virus ini belum hilang."

Para peneliti vaksin memprioritaskan rekrutmen petugas layanan kesehatan lokal ke dalam percobaan karena mereka lebih mungkin terkena virus daripada yang lain.

Uji coba yang lebih besar, dari sekitar 5.000 sukarelawan, akan dimulai dalam beberapa bulan mendatang dan tidak memiliki batasan usia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Mengapa Proyek Tank...
Mengapa Proyek Tank MGCS Eropa Berisiko Gagal?
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved