Ukraina Minta Dukungan Indonesia dalam Perang Lawan Rusia, Ini Teks Lengkapnya

Selasa, 01 Maret 2022 - 22:41 WIB
loading...
Ukraina Minta Dukungan...
Area kompleks gedung administrasi di Kharkiv, Ukraina, hancur oleh serangan Rusia. Ukraina minta dukungan Indonesia dalam perang melawan Rusia. Foto/Press Service of The Ukrainian State Border Guard Service/Handout via REUTERS
A A A
JAKARTA - Pemerintah Ukraina , melalui kedutaannya di Jakarta, meminta dukungan Indonesia dalam perang melawan Rusia . Dalam rincian permintaannya, kedutaan memuji sejarah negara ini yang menolak tunduk pada ancaman musuh.

"Di Ukraina, ini adalah hari keenam berjalannya perang. Sesungguhnya, perang itu mengerikan, penuh tumpahan darah juga kekejian. Dari antara warga sipil, ada ratusan orang binasa dan terluka, ribuan anak yatim, dan ratusan ribu pengungsi," kata Kedutaan Besar Ukraina dalam keterangan tertulis, Selasa (1/3/2022).

Seperti diketahui, Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina sejak Kamis pekan lalu. Namun, Moskow menolak narasi invasi atau perang.

Moskow menegaskan apa yang dilakukannya adalah operasi militer khusus untuk membela Donetsk dan Luhansk—dua wilayah di Ukraina timur yang diakui Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai negara merdeka—dari serangan pasukan Ukraina yang berbasis di Kiev.

Baca juga: Rencana Rusia Taklukkan Ukraina dalam 48 Jam Gagal, Putin Dipermalukan

Ukraina melaporkan ratusan warganya telah tewas sejak invasi hari pertama. Beberapa kota di negara itu juga diserang rudal dan artileri militer Moskow.

"Ukraina tidak bertekuk lutut terhadap ancaman kematian, sama seperti Indonesia tidak menyerah 70 tahun yang lalu. Kami akan berdiri tegak dan meraih kemenangan. Namun dengan dukungan Anda, maka kemenangan dapat kami raih dengan lebih mudah, lebih pasti dan lebih cepat," lanjut Kedutaan Besar Ukraina.

"Dalam perjuangan demi perdamaian dan kebahagiaan, Ukraina harus membayar harga mahal setiap harinya—dengan nyawa putra dan putri, saudara dan saudari, serta anak dan cucunya."

"Rakyat Indonesia, keadaan saat ini sungguh berat dan menyakitkan bagi kami. Oleh karena itu, kami menunggu dukungan Anda. Kami berharap dapat mendengar suara Anda yang lantang dan berani dalam membela kami. Lagi pula, jika kami gugur, maka sistem keamanan global dan prinsip hidup berdampingan secara damai dan prinsip pembangunan, yang telah dipelihara dengan seksama oleh dunia pasca-tragedi Perang Dunia II, yang saat ini sedang coba direbut oleh Rusia dan Putin dari genggaman kami dan Anda, juga pasti akan runtuh," lanjut Kedutaan Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
UNJ Expo 2026 Dibuka,...
UNJ Expo 2026 Dibuka, Hadirkan Pameran Inovasi, Tes Kesehatan, hingga Kuliner Nusantara
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved