Perang Nuklir dengan NATO Bisa Pecah Kapan Saja, Rusia Perkuat Triad Nuklir
Senin, 28 Februari 2022 - 20:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Siasat Licik, Neo-Nazi Ukraina Siapkan Peluru Lapis Lemak Babi untuk Tentara Muslim Chechnya
Putin meminta Shoigu dan Kepala Staf Umum Valery Gerasimov untuk menempatkan pencegah strategis angkatan bersenjata Rusia pada "mode tugas tempur khusus" pada Minggu.
Baca juga: Alasan Logis Putin Terus Sebut Denazifikasi Ukraina, Ada 4 Fakta Mengerikan
Presiden memerintahkan status siaga tinggi untuk diterapkan setelah menuduh bahwa "pejabat tinggi negara-negara NATO terkemuka" telah terlibat "dalam membuat pernyataan agresif tentang negara kita."
Putin tidak merinci siapa "pejabat tinggi" ini atau pernyataan "agresif" spesifik mana yang dia maksud, tetapi hanya beberapa jam sebelum komentarnya, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss menyatakan dalam wawancara dengan Sky News bahwa kecuali operasi militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina untuk demiliterisasi negara itu "dihentikan", krisis bisa "berakhir dalam konflik dengan NATO."
Putin meminta Shoigu dan Kepala Staf Umum Valery Gerasimov untuk menempatkan pencegah strategis angkatan bersenjata Rusia pada "mode tugas tempur khusus" pada Minggu.
Baca juga: Alasan Logis Putin Terus Sebut Denazifikasi Ukraina, Ada 4 Fakta Mengerikan
Presiden memerintahkan status siaga tinggi untuk diterapkan setelah menuduh bahwa "pejabat tinggi negara-negara NATO terkemuka" telah terlibat "dalam membuat pernyataan agresif tentang negara kita."
Putin tidak merinci siapa "pejabat tinggi" ini atau pernyataan "agresif" spesifik mana yang dia maksud, tetapi hanya beberapa jam sebelum komentarnya, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss menyatakan dalam wawancara dengan Sky News bahwa kecuali operasi militer Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina untuk demiliterisasi negara itu "dihentikan", krisis bisa "berakhir dalam konflik dengan NATO."
Lihat Juga :