Siasat Licik, Neo-Nazi Ukraina Siapkan Peluru Lapis Lemak Babi untuk Tentara Muslim Chechnya

Senin, 28 Februari 2022 - 18:47 WIB
loading...
Siasat Licik, Neo-Nazi...
Tentara Ukraina mengunggah video sedang mengoleskan lemak babi pada pelurunya untuk melawan tentara Muslim Chechnya. Foto/twitter
A A A
KIEV - Garda Nasional Ukraina memicu kemarahan pada Minggu (27/2/2022), dengan memposting video kasar yang ditujukan pada pejuang Muslim Rusia dari Chechnya.

Twitter akhirnya memberi label pesan "konten kebencian" pada video yang diunggah Garda Nasional Ukraina itu.



Tweet berisi video itu menunjukkan seorang prajurit Ukraina mencelupkan ujung peluru ke dalam lemak babi sebelum memasukkannya ke dalam magazine senapan.

Baca juga: Helikopter Delegasi Ukraina Tiba di Tempat Perundingan dengan Rusia

Pria itu, yang dilaporkan berasal dari Batalyon Azov, kubu nasionalis sayap kanan, tampaknya bermaksud tindakan itu sebagai ancaman bagi Muslim Chechnya yang berpartisipasi dalam serangan militer Rusia di Ukraina.

Baca juga: Alasan Logis Putin Terus Sebut Denazifikasi Ukraina, Ada 4 Fakta Mengerikan

Babi dianggap najis dalam Islam, sehingga tentara Neo-Nazi Ukraina itu mengira tentara Muslim Chechnya yang terbunuh oleh peluru itu tidak memenuhi syarat untuk masuk surga.

Baca juga: George Soros Samakan Konflik Ukraina dengan Pengepungan Kota Nazi oleh Soviet

Dugaan Neo-Nazi Ukraina itu jelas salah karena Muslim yang gugur dalam perang dianggap syahid dan jasadnya suci sehingga tidak perlu dimandikan lagi.

Klip video pendek itu diterbitkan oleh akun resmi Garda Nasional Ukraina, yang meresmikan Batalyon Azov pada 2014.

Tentara yang melakukan ritual salah kaprah itu terdengar berkata, “Teman-teman Muslim, Anda tidak akan diizinkan masuk surga di negara kami.” Prajurit itu mengenakan balaclava untuk menyembunyikan wajahnya.



Ancaman itu diarahkan pada "Orc Kadyrov" menurut deskripsi. Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov telah menyerukan partisipasi pasukan dari provinsi asalnya dalam serangan Rusia di Ukraina.

Kadyrov memposting video puluhan ribu pejuang Chechnya di media sosial. Dia memuji kontribusi para pejuang Muslim, dan meminta Ukraina segera menyerah pada Rusia.

Chechnya adalah republik mayoritas Muslim, di selatan Rusia, yang terkenal dengan kehebatan para pejuangnya.

Menggunakan “peluru berlapis babi” untuk mengancam Muslim bukanlah tindakan pertama Neo-Nazi Ukraina.

Satu perusahaan yang berbasis di Idaho menjadi berita utama pada 2013 dengan menawarkan jenis amunisi berlapis babi ini kepada warga Amerika yang memerangi teroris.

Produk lain berdasarkan ide yang sama adalah minyak senjata yang mengandung 13% lemak babi, menurut produsen anonimnya.

Ada desas-desus bahwa tim Navy SEAL yang membunuh Osama Bin Laden menggunakan minyak babi semacam itu, meskipun kemungkinan besar itu hanyalah mitos.

Organisasi pengawas yang melacak ujaran kebencian mengkritik kedua produk tersebut sebagai kasus nyata Islamofobia.

Twitter menandai video Garda Nasional Ukraina sebagai “konten kebencian” yang melanggar aturannya, tetapi tetap mengizinkannya untuk tetap berada di platformnya.

"Twitter telah menentukan bahwa mungkin kepentingan publik untuk Tweet tetap dapat diakses," ungkap pemberitahuan Twitter itu.

Rusia melancarkan operasi militer terhadap Ukraina Kamis lalu, mengklaim itu perlu untuk melindungi Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk yang memisahkan diri dari serangan yang datang dari Ukraina.

Salah satu tujuan serangan Rusia yang dinyatakan adalah untuk "mendenazifikasi" Ukraina, menghancurkan basis kekuatan nasionalis radikal dan organisasi mereka, seperti Batalyon Azov yang terkenal sangat rasis.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Iran Larang Badan Energi...
Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS
Rekomendasi
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Liburan Mewah Tetap...
Liburan Mewah Tetap Bisa Hemat: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
KPK Tahan Tersangka...
KPK Tahan Tersangka Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved