Warga Ukraina Menantang dan Angkat Senjata Melawan Rusia

Minggu, 27 Februari 2022 - 08:20 WIB
loading...
Warga Ukraina Menantang...
Mantan juara tinju kelas berat yang juga Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko, angkat senjara melawan Rusia. Foto/The Telegraph
A A A
KIEV - Para pemimpin politik Ukraina dan warga biasa sama-sama mengangkat senjata untuk mempertahankan tanah air mereka dari invasi Rusia minggu ini.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada hari Kamis mengatakan - hanya beberapa jam setelah pasukan Rusia melintasi perbatasan ke Ukraina - bahwa pemerintah akan membagikan senjata kepada siapa pun yang mau mengangkat senjata.

Pria berusia antara 18 dan 60 tahun telah dilarang meninggalkan Ukraina karena darurat militer diumumkan di negara itu. Menurut BBC, pada hari Jumat, para pejabat Ukraina telah membagikan 18.000 senjata.

Kira Rudik, seorang anggota parlemen Ukraina, memposting beberapa foto dirinya dengan senjata.



"(Wanita) akan melindungi tanah kita dengan cara yang sama seperti (pria) kita," katanya.

"Saya berencana menanam tulip dan daffodil di halaman belakang rumah saya hari ini," cuit Rudik di akun Twitternya pada Sabtu.

"Sebaliknya, saya belajar menembakkan senjata dan bersiap-siap untuk serangan malam berikutnya di (Kiev)...Kami tidak akan ke mana-mana. Ini (kota) kami, (negeri) kami, tanah kami. Kami akan berjuang untuk itu," sambungnya.

"Jadi minggu depan saya bisa menanam bunga saya. Di sini," ia menambahkan seperti dilansir dari Fox News, Minggu (27/2/2022).



Baca juga: Rudal Kalibr, Senjata Favorit Rusia Digunakan untuk Gempur Ukraina

Mantan juara tinju kelas berat yang juga Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko , mengatakan bahwa dia akan bertahan dan bertarung. Saudaranya dan sesama juara tinju kelas berat, Wladimir Klitschko , terdaftar di tentara cadangan Ukraina saat negara bersiap untuk invasi Rusia.

"Kami tidak akan kemana-mana. Ini (kota) kami, (negara) kami, tanah kami. Kami akan memperjuangkannya," serunya.

"Kami akan membela diri dengan sekuat tenaga dan berjuang untuk kebebasan dan demokrasi," tulis Wladimir Klitschko dalam postingan di blog LinkedIn pada hari Kamis.

"Kamu juga bisa bertindak. Jangan biarkan ketakutan menangkap kita;mari kita jangan membeku," imbuhnya.

Kementerian Pertahanan Ukraina bahkan mendesak warga untuk membuat senjata buatan sendiri seperti bom molotov saat pasukan Rusia mendekati Kiev.

Baca juga: Wanita Ukraina Berlumuran Darah Selamat dari Rudal Rusia: Ada Malaikat Pelindung

"Buat bom molotov, netralkan penjajah!" Kementerian Pertahanan Ukraina mentweet pada hari Jumat.

Sedangkan mantan Miss Ukraina Anastasiia Lenna memposting foto dirinya bersenjata kepada 65.000 pengikutnya di Instagram minggu ini.

Rusia mengklaim hanya menyerang sasaran militer - tetapi warga sipil telah terbunuh dan sebuah gedung apartemen di Kiev karena terkena rudal, menurut Menteri Luar Negeri Ukraina Dymetro Kuleba.

Otoritas kesehatan mengatakan pada hari Sabtu bahwa 198 orang, termasuk tiga anak-anak, telah tewas dalam pertempuran itu. Selain itu, setidaknya 1.115 orang - termasuk 33 anak-anak - terluka.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilaporkan menolak tawaran dari Amerika Serikat (AS) untuk mengevakuasinya di Kiev, dengan mengatakan dia tidak akan meninggalkan negaranya.

“Pertarungan ada di sini. Saya butuh amunisi, bukan tumpangan,” kata Zelensky kepada pejabat AS.

Baca juga: Pertempuran Jalanan Pecah di Kiev, Presiden Ukraina Menolak Dievakuasi

AS tampaknya memenuhi permintaan Zelensky, ketika Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengumumkan pada hari Sabtu bantuan militer senilai USD350 juta untuk Ukraina.

Itu membawa total lebih dari USD1 miliar yang telah dikirim AS ke Ukraina selama setahun terakhir.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved