Bendera Nasional Arab Saudi Bertuliskan Syahadat Tidak Diubah

Jum'at, 04 Februari 2022 - 09:35 WIB
loading...
Bendera Nasional Arab...
Bendera nasional Arab Saudi yang bertuliskan syahadat tidak diubah dalam rancangan amandemen konstitusi. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Bendera nasional Arab Saudi yang bertuliskan syahadat dengan gambar pedang di bawahnya tidak diubah dalam rancangan amandemen konstitusi. Lagu kebangsaan juga tidak diubah.

Hal itu ditegaskan angota Dewan Syura, Saad Al Otaibi, yang mengajukan rancangan amandemen konstutusi.

Rancangan itu telah disetujui oleh Dewan Syura baru-baru ini tanpa mengungkap rincian amandemen.

Namun, Al Otaibi akhirnya memberi penegasan bahwa rancangan amandemen yang diajukannya tidak termasuk perubahan bendera dan lambang kerajaan dengan tujuan untuk meletakkan aturan yang mengikat.

Baca juga: Arab Saudi Akan Amandemen UU Bendera Nasional Bertuliskan Syahadat

Al Otaibi mengatakan amandemen tersebut bertujuan untuk melindungi bendera dan lagu kebangsaan dari perusakan yang merugikan, gangguan, dan perubahan.

Peraturan yang diusulkan, kata dia, termasuk menentukan tempat dan waktu pengibaran bendera.

“Mereka juga menentukan spesifikasi lambang negara dan lagu kebangsaan dan kapan harus dimainkan,” ujarnya, seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (4/2/2022).

“Swasta berhak mengibarkan bendera negara setelah mendapat izin yang menetapkan peraturan, bentuk dan ukuran bendera sehingga semua bendera yang digunakan oleh swasta harus mematuhi peraturan tertentu,” lanjut Al Otaibi.

Dia mencatat bahwa Undang-Undang Dasar kerajaan, yang dilembagakan 50 tahun yang lalu, tidak memasukkan aturan khusus untuk lagu kebangsaan.

“Sekarang peraturan sudah ditetapkan,” kata Al Otaibi tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Media lokal, Sabq, sebelumnya melaporkan bahwa gagasan amandemen sistem bendera, yang dikeluarkan hampir 50 tahun yang lalu, adalah untuk mengimbangi gerakan besar yang disaksikan oleh kerajaan dalam beberapa tahun terakhir dalam meninjau dan mengembangkan banyak sistem dan teks legislatif yang mendukung tujuan Visi Saudi 2030.

Bendera Arab Saudi bertuliskan syahadat dalam bahasa Arab yang terjemahannya berbunyi: "Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah". Bendera warna hijau itu juga dihiasi dengan pedang.

Penuntutan umum di Arab Saudi telah memperingatkan bahwa menghina bendera nasional atau lambang Saudi lainnya dapat dihukum dengan hukuman penjara maksimal satu tahun atau denda hingga SR3.000 atau keduanya.

Pekan lalu, polisi Saudi mengatakan mereka telah menangkap empat ekspatriat yang diduga menghina bendera nasional.

Keempat warga Bangladesh itu ditangkap oleh polisi di kota pelabuhan Saudi, Jeddah.

Penangkapan dilakukan setelah sebuah video online menunjukkan seseorang mengumpulkan bendera Saudi dari sampah di mana para pelanggar diduga membuangnya dengan sampah di dalamnya.

Orang tak dikenal dalam rekaman itu terlihat kemudian memilah barang-barang, membersihkan dan melipat bendera.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Sekutu Trump: Pangeran...
Sekutu Trump: Pangeran MBS Bisa Akui Israel Hari Ini, Masalahnya Ada di Raja Salman
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved