Pengakuan Rusia Soal Pangkalan Militer Kuba Terungkap, Awas Jangan Kaget
Sabtu, 29 Januari 2022 - 05:45 WIB
loading...
A
A
A
Medvedev memegang jabatan tertinggi negaranya antara tahun 2008 dan 2012 dan sekarang menjadi Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia.
Baca juga: Jembatan Runtuh Menjelang Kunjungan Infrastruktur Biden, 10 Orang Terluka
“Kami tidak bisa mengerahkan apa pun di sana. Bahkan jika, seperti yang terjadi di Kuba, ini hanya karena posisi geopolitik mereka, kepentingan nasional mereka sendiri,” ujar dia.
Dia berpendapat seharusnya tidak ada diskusi tentang rencana semacam itu, karena itu akan “memicu ketegangan di dunia.”
Mengacu pada perselisihan yang sedang berlangsung di sekitar Ukraina, di mana para pemimpin Barat menuduh Rusia merencanakan invasi, Medvedev bersikeras negaranya tidak menginginkan perang, dan negosiasi keamanan adalah satu-satunya cara mengurangi ketegangan antara Rusia dan NATO, blok militer yang dipimpin AS.
Awal bulan ini, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov, dalam wawancara dengan RTVI, mengatakan dia tidak akan mengesampingkan kemungkinan membangun infrastruktur militer di Kuba atau Venezuela, dan itu akan bergantung pada “tindakan rekan-rekan Amerika kami.”
Baca juga: Jembatan Runtuh Menjelang Kunjungan Infrastruktur Biden, 10 Orang Terluka
“Kami tidak bisa mengerahkan apa pun di sana. Bahkan jika, seperti yang terjadi di Kuba, ini hanya karena posisi geopolitik mereka, kepentingan nasional mereka sendiri,” ujar dia.
Dia berpendapat seharusnya tidak ada diskusi tentang rencana semacam itu, karena itu akan “memicu ketegangan di dunia.”
Mengacu pada perselisihan yang sedang berlangsung di sekitar Ukraina, di mana para pemimpin Barat menuduh Rusia merencanakan invasi, Medvedev bersikeras negaranya tidak menginginkan perang, dan negosiasi keamanan adalah satu-satunya cara mengurangi ketegangan antara Rusia dan NATO, blok militer yang dipimpin AS.
Awal bulan ini, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov, dalam wawancara dengan RTVI, mengatakan dia tidak akan mengesampingkan kemungkinan membangun infrastruktur militer di Kuba atau Venezuela, dan itu akan bergantung pada “tindakan rekan-rekan Amerika kami.”
Lihat Juga :