Jenderal Ukraina Sebut Kemungkinan Tanggal Rusia Lakukan Invasi

Kamis, 27 Januari 2022 - 05:06 WIB
loading...
Jenderal Ukraina Sebut...
Jenderal Ukraina sebut kemungkinan tanggal Rusia lakukan invasi. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Tank dan pasukan Rusia mungkin hanya beberapa minggu lagi akan meluncur melintasi perbatasan Ukraina dan memicu konflik habis-habisan di Eropa. Begitu klaim salah satu jenderal top Ukraina.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di surat kabar Inggris The Times pada hari Sabtu, Letnan Jenderal Alexander Pavlyuk mengatakan bahwa serangan itu dapat dilakukan pada hari-hari setelah Olimpiade Musim Dingin, yang akan diadakan di Beijing bulan depan.

"20 Februari adalah tanggal yang menjadi perhatian kami,” lanjutnya, dengan alasan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin kemungkinan ingin menghindari menyinggung China dengan membayangi Olimpiade dengan perang seperti dilansir dari Russia Today, Kamis (27/1/2022).

Selain itu, tanggal tersebut menandai berakhirnya rencana latihan militer gabungan Rusia-Belarusia di perbatasan dengan Ukraina.

Baca juga: Tak Hanya Tentara, Warga Sipil Ukraina Juga Bersiap Hadapi Invasi Rusia

Pavlyuk, yang bertugas di Angkatan Bersenjata Soviet pada tahun-tahun terakhir Uni Soviet, mengatakan bahwa dia yakin dengan kemampuan pasukannya untuk berperang melawan Rusia, terlepas dari kemampuan militer negara yang lebih besar itu.

“Kami memiliki sekitar setengah juta orang yang mengalami perang di negara ini di mana mereka kehilangan seseorang atau sesuatu,” jelasnya.

“Setengah juta orang yang kehilangan darah kerabat, kehilangan rumah atau teman, dan mereka siap untuk mencabik-cabik orang Rusia dengan tangan kosong,” imbuhnya.

“Jika intelijen kita berhasil memprediksi arah serangan utama Rusia, setelah kerugian besar pertama mereka tidak akan melangkah lebih jauh,” prediksinya.

“Putin menyadari bahwa setelah banyak korban, pasukannya dapat berhenti dengan sendirinya. Anda tidak dapat mempercayai intuisi dalam hal ini. Ini tentang perhitungan dingin,” tuturnya.

Baca juga: Jika Terjadi Perang, Ini Peta Kekuatan Militer Ukraina dan Rusia

Pejabat Ukraina dan Barat telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa mereka takut Rusia akan melakukan invasi, dan telah menunjuk pada pergerakan pasukan Moskow di dekat perbatasannya dengan Ukraina, di mana lebih dari 100.000 tentara Rusia dilaporkan telah berkumpul.

Kremlin telah berulang kali membantah bahwa mereka memiliki niat agresif, bersikeras bahwa itu hanya memindahkan pasukan di dalam wilayahnya sendiri, dan telah menyerukan perjanjian keamanan dengan NATO, blok militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Namun, terlepas dari peringatan Pavlyuk, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada warga dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa risiko invasi tidak meningkat.

“Ada lebih banyak hype tentang itu sekarang,” tambahnya.

Pada awal pekan ini, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Kiev, Alexey Danilov, juga berusaha untuk meredam ancaman tersebut, menyebutnya sebagai kepanikan yang dipicu karena alasan geopolitik dan domestik di Barat.

Baca juga: Waswas Pecah Perang, Ibu di Ukraina Beli Senapan Sniper

“Penumpukan pasukan Rusia tidak secepat yang diklaim beberapa orang,” katanya.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Sinopsis Don’t Mess...
Sinopsis Don’t Mess with the Blind Heiress di V+Short, Kisah Sang Pewaris Buta
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Diumumkan Besok, Ini...
Diumumkan Besok, Ini Link Resmi Hasil Seleksi SMMPTN-Barat 2026
Berita Terkini
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved