Ditunjuk Putin Jadi Dubes Rusia, Eks Jaksa Cantik Crimea Diburu Ukraina
Sabtu, 22 Januari 2022 - 01:36 WIB
loading...
Natalia Poklonskaia, mantan Jaksa Agung Crimea, ditunjuk Presiden Vladimir Putin menjadi Dubes Rusia untuk Cape Verde. Namun, dia batal berangkat karena diburu Ukraina. Foto/Sputnik/Konstantin Mihalchevsky
A
A
A
MOSKOW - Presiden Vladimir Putin menunjuk Natalia Poklonskaia, mantan Jaksa Agung Crimea berparas cantik, sebagai Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Cape Verde. Namun, penempatannya dibatalkan setelah Ukraina memburunya atas tuduhan pengkhianatan.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan kepada Sputniknews bahwa Poklonskaia ditunjuk sebagai Dubes pada pertengahan Oktober lalu, namun dia tidak akan berangkat ke negara kepulauan Atlantik karena "kondisi pribadi".
Baca juga: Begini Peta Prediksi Invasi Habis-habisan Rusia terhadap Ukraina
"Keadaan pribadi Natalia Poklonskaia telah berubah, dan keberangkatannya sebagai duta besar untuk Cape Verde tidak akan terjadi karena alasan ini," kata kementerian tersebut, yang dilansir Jumat (21/1/2022).
Tak lama setelah Presiden Putin menunjuk Poklonskaia untuk jabatan itu, Ukraina menghubungi Cape Verde untuk meminta ekstradisinya atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi.
Tuduhan itu diduga terkait pengabdiannya sebagai Jaksa Agung Crimea setelah semenanjung itu bersatu kembali dengan Rusia pada 2014.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan kepada Sputniknews bahwa Poklonskaia ditunjuk sebagai Dubes pada pertengahan Oktober lalu, namun dia tidak akan berangkat ke negara kepulauan Atlantik karena "kondisi pribadi".
Baca juga: Begini Peta Prediksi Invasi Habis-habisan Rusia terhadap Ukraina
"Keadaan pribadi Natalia Poklonskaia telah berubah, dan keberangkatannya sebagai duta besar untuk Cape Verde tidak akan terjadi karena alasan ini," kata kementerian tersebut, yang dilansir Jumat (21/1/2022).
Tak lama setelah Presiden Putin menunjuk Poklonskaia untuk jabatan itu, Ukraina menghubungi Cape Verde untuk meminta ekstradisinya atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi.
Tuduhan itu diduga terkait pengabdiannya sebagai Jaksa Agung Crimea setelah semenanjung itu bersatu kembali dengan Rusia pada 2014.
Lihat Juga :