Musuhan dengan Rusia dan China, Belanja Pertahanan AS Capai Rp10.961 Triliun
Selasa, 28 Desember 2021 - 09:50 WIB
loading...
A
A
A
Mengotorisasi pengeluaran militer sekitar 5 persen lebih banyak daripada tahun lalu, NDAA fiskal 2022 adalah kompromi setelah negosiasi intens antara DPR dan Senat setelah terhenti oleh perselisihan mengenai kebijakan China dan Rusia.
Ini termasuk kenaikan gaji 2,7 persen untuk pasukan, dan lebih banyak pembelian pesawat tempur dan kapal perang Angkatan Laut, di samping strategi untuk menghadapi ancaman geopolitik, terutama Rusia dan China.
NDAA mencakup USD300 juta untuk Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina, yang memberikan dukungan kepada angkatan bersenjata Ukraina, USD4 miliar untuk Inisiatif Pertahanan Eropa dan USD150 juta untuk kerja sama keamanan Baltik.
Khusus tentang China, UU tersebut mencakup USD7,1 miliar untuk Inisiatif Pencegahan Pasifik dan pernyataan dukungan Kongres untuk pertahanan Taiwan, serta larangan Departemen Pertahanan untuk mendapatkan produk yang diproduksi dengan kerja paksa dari wilayah Xinjiang, China.
UU itu juga menciptakan komisi 16-anggota untuk mempelajari perang di Afghanistan. Biden mengakhiri konflik di negara itu- sejauh ini tercatat sebagai perang terpanjang bagi AS-pada bulan Agustus lalu.
Baca juga: Putin Ancam Aksi Militer Jika NATO Tolak Tuntutan Rusia
Ini termasuk kenaikan gaji 2,7 persen untuk pasukan, dan lebih banyak pembelian pesawat tempur dan kapal perang Angkatan Laut, di samping strategi untuk menghadapi ancaman geopolitik, terutama Rusia dan China.
NDAA mencakup USD300 juta untuk Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina, yang memberikan dukungan kepada angkatan bersenjata Ukraina, USD4 miliar untuk Inisiatif Pertahanan Eropa dan USD150 juta untuk kerja sama keamanan Baltik.
Khusus tentang China, UU tersebut mencakup USD7,1 miliar untuk Inisiatif Pencegahan Pasifik dan pernyataan dukungan Kongres untuk pertahanan Taiwan, serta larangan Departemen Pertahanan untuk mendapatkan produk yang diproduksi dengan kerja paksa dari wilayah Xinjiang, China.
UU itu juga menciptakan komisi 16-anggota untuk mempelajari perang di Afghanistan. Biden mengakhiri konflik di negara itu- sejauh ini tercatat sebagai perang terpanjang bagi AS-pada bulan Agustus lalu.
Baca juga: Putin Ancam Aksi Militer Jika NATO Tolak Tuntutan Rusia
Lihat Juga :