Ledakan Gas di Saluran Pembuangan Bank Karachi Tewaskan 10 Orang
Sabtu, 18 Desember 2021 - 20:55 WIB
loading...
Dampak ledakan gas di sebuah bank di Karachi, Pakistan. FOTO/Reuters
A
A
A
KARACHI - Sedikitnya 10 orang tewas dan 11 lainnya cedera akibat ledakan di sebuah cabang bank Karachi yang dibangun di saluran pembuangan limbah di kawasan industri kota, Sabtu (18/12/2021). Menurut seorang perwira senior polisi, penyebab ledakan di salah satu cabang bank terbesar di Pakistan, Habib Bank Limited, bisa jadi karena kebocoran gas .
"Tim bahan peledak kami sedang bekerja untuk memastikan sifat ledakan, tetapi tampaknya struktur itu dibangun di saluran pembuangan dan kemungkinan penyebabnya adalah gas," kata perwira senior polisi, Sarfaraz Nawaz, seperti dikutip dari Reuters.
Baca: Tabung Gas Meledak, Warkop Tongkrongan Anak Muda Bekasi Hancur Berantakan
Sebuah pompa bensin yang terletak di sebelah bank di Kawasan Perdagangan Industri Sindh, dan mobil yang diparkir di dekatnya, rusak parah. Tayangan televisi menunjukkan lantai bank terkoyak, memperlihatkan jeruji besi bengkok.
Sabir Memon, seorang dokter di Trauma Center di Karachi, mengatakan, setidaknya tiga orang di antara mereka yang terluka dalam insiden itu berada dalam kondisi kritis dan beberapa telah dikirim ke unit perawatan intensif.
"Tim bahan peledak kami sedang bekerja untuk memastikan sifat ledakan, tetapi tampaknya struktur itu dibangun di saluran pembuangan dan kemungkinan penyebabnya adalah gas," kata perwira senior polisi, Sarfaraz Nawaz, seperti dikutip dari Reuters.
Baca: Tabung Gas Meledak, Warkop Tongkrongan Anak Muda Bekasi Hancur Berantakan
Sebuah pompa bensin yang terletak di sebelah bank di Kawasan Perdagangan Industri Sindh, dan mobil yang diparkir di dekatnya, rusak parah. Tayangan televisi menunjukkan lantai bank terkoyak, memperlihatkan jeruji besi bengkok.
Sabir Memon, seorang dokter di Trauma Center di Karachi, mengatakan, setidaknya tiga orang di antara mereka yang terluka dalam insiden itu berada dalam kondisi kritis dan beberapa telah dikirim ke unit perawatan intensif.
Lihat Juga :