Terungkap, Banyak Agen FBI Sewa Pelacur saat Perjalanan Dinas ke Luar Negeri
Kamis, 16 Desember 2021 - 06:59 WIB
loading...
Kantor Departemen Kehakiman FBI menyelidiki agen yang sewa pelacur. Foto/yahoo! news
A
A
A
WASHINGTON - Penyelidikan resmi otoritas Amerika Serikat (AS) menemukan banyak agen FBI malah menyewa para pelacur saat perjalanan dinas ke luar negeri.
Temuan dari penyelidikan Departemen Kehakiman (DOJ) Kantor Inspektur Jenderal (OIG) telah dirujuk ke FBI untuk tindakan yang tepat. Penyelidikan memeriksa tuduhan bahwa banyak agen telah meminta, terlibat dalam, dan/atau melakukan seks komersial, saat bekerja di luar negeri.
Penyelidikan inspektur jenderal dilakukan setelah FBI menyampaikan informasi bahwa beberapa pejabat telah meminta pelacur dan satu pejabat memasok petugas penegak hukum asing dengan paket sekitar 100 pil putih.
Baca juga: AS Uji Coba Sistem Senjata Laser di Tengah Ancaman Drone Houthi
Menurut ringkasan investigasi DOJ OIG yang dilansir Kamis (16/12/2021) disebutkan, “Penyelidikan OIG menemukan bahwa empat pejabat FBI meminta, membeli, dan menerima seks komersial di luar negeri, dan pejabat FBI kelima meminta seks komersial di luar negeri, yang melanggar kebijakan DOJ dan FBI.”
Temuan dari penyelidikan Departemen Kehakiman (DOJ) Kantor Inspektur Jenderal (OIG) telah dirujuk ke FBI untuk tindakan yang tepat. Penyelidikan memeriksa tuduhan bahwa banyak agen telah meminta, terlibat dalam, dan/atau melakukan seks komersial, saat bekerja di luar negeri.
Penyelidikan inspektur jenderal dilakukan setelah FBI menyampaikan informasi bahwa beberapa pejabat telah meminta pelacur dan satu pejabat memasok petugas penegak hukum asing dengan paket sekitar 100 pil putih.
Baca juga: AS Uji Coba Sistem Senjata Laser di Tengah Ancaman Drone Houthi
Menurut ringkasan investigasi DOJ OIG yang dilansir Kamis (16/12/2021) disebutkan, “Penyelidikan OIG menemukan bahwa empat pejabat FBI meminta, membeli, dan menerima seks komersial di luar negeri, dan pejabat FBI kelima meminta seks komersial di luar negeri, yang melanggar kebijakan DOJ dan FBI.”
Lihat Juga :