Australia-Korsel Teken Perjanjian Pertahanan Senilai Rp10,2 Triliun

Selasa, 14 Desember 2021 - 03:28 WIB
loading...
Australia-Korsel Teken...
Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Presiden Korsel, Moon Jae-in. FOTO/Abcnews
A A A
SYDNEY - Australia dan Korea Selatan (Korsel) menandatangani perjanjian pertahanan senilai USD717 juta atau Rp10,2 triliun. Menurut kesepakatan baru itu, perusahaan pertahanan Korsel, Hanwha, akan menyediakan suplai senjata artileri, kendaraan, dan radar bagi tentara Australia.

Penandatanganan kontrak disaksikan oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Presiden Korsel, Moon Jae-in, yang sedang dalam kunjungan empat hari ke Canberra. Tahun ini menandai peringatan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Baca: Australia Ganti Helikopter Militer Eropa dengan Black Hawk AS

“Kemitraan Strategis Komprehensif kami dengan Republik Korea didukung oleh komitmen bersama kami untuk kerja sama pertahanan dan keamanan. Kontrak dengan Hanwha menunjukkan nilai kolaborasi industri dalam mendukung negara kita dalam mengatasi tantangan keamanan bersama,” kata Morrison, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (13/12/2021).

Dia menambahkan bahwa kesepakatan itu akan menciptakan setidaknya 300 pekerjaan di Australia, di mana sebuah divisi Hanwha beroperasi.

“Kemampuan utama kendaraan baru adalah menembak dan bergerak cepat, menghindari serangan balik musuh. Proyek ini akan berarti peningkatan yang signifikan dalam tingkat daya tembak dan keamanan untuk kemampuan artileri Australia,” kata Menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton.

“Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan kawasan kami, sekaligus melindungi kepentingan kami dalam lingkungan global yang berubah dengan cepat,” lanjut Dutton.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved