Prancis Bebaskan Pria Arab Saudi yang Dikira Tersangka Pembunuhan Khashoggi
Kamis, 09 Desember 2021 - 05:41 WIB
loading...
A
A
A
Kedutaan itu menambahkan bahwa para diplomatnya telah mengunjungi pria Arab Saudi tersebut selama penahanannya.
Polisi dan sumber peradilan Prancis awalnya mengatakan kepada media setempat bahwa dia adalah Khalid al-Otaibi, pria yang dicari berdasarkan surat perintah penangkapan internasional karena menjadi bagian dari regu pembunuh yang melakukan pembunuhan terhadap Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul.
"Dia telah dibebaskan," kata pihak kepolisian Prancis, menghancurkan harapan para juru kampanye dan orang-orang terkasih yang menganggap penahanan itu merupakan terobosan besar dalam upaya mereka untuk membawa para pelaku pembunuhan ke pengadilan.
Kedutaan Arab Saudi di Paris mengeluarkan pernyataan pada Selasa malam yang mengatakan bahwa pria yang ditangkap itu tidak ada hubungannya dengan kasus pembunuhan Khashoggi dan menuntut pembebasannya segera.
Pembunuhan terhadap Khashoggi telah memicu kemarahan internasional yang terus bergema, di mana badan-badan intelijen Barat menuduh penguasa de facto Kerajaan Arab Saudi Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengizinkan pembunuhan itu.
Polisi dan sumber peradilan Prancis awalnya mengatakan kepada media setempat bahwa dia adalah Khalid al-Otaibi, pria yang dicari berdasarkan surat perintah penangkapan internasional karena menjadi bagian dari regu pembunuh yang melakukan pembunuhan terhadap Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul.
"Dia telah dibebaskan," kata pihak kepolisian Prancis, menghancurkan harapan para juru kampanye dan orang-orang terkasih yang menganggap penahanan itu merupakan terobosan besar dalam upaya mereka untuk membawa para pelaku pembunuhan ke pengadilan.
Kedutaan Arab Saudi di Paris mengeluarkan pernyataan pada Selasa malam yang mengatakan bahwa pria yang ditangkap itu tidak ada hubungannya dengan kasus pembunuhan Khashoggi dan menuntut pembebasannya segera.
Pembunuhan terhadap Khashoggi telah memicu kemarahan internasional yang terus bergema, di mana badan-badan intelijen Barat menuduh penguasa de facto Kerajaan Arab Saudi Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengizinkan pembunuhan itu.
Lihat Juga :