Koma 3 Tahun, Eks Pemimpin Jihad Islam Palestina Meninggal di Suriah

Senin, 08 Juni 2020 - 12:59 WIB
loading...
Koma 3 Tahun, Eks Pemimpin...
Mantan pemimpin Jihad Islam Palestina, Ramadan Shallah, meninggal di Suriah. Foto/REUTERS/Khaled al-Hariri
A A A
DAMASKUS - Mantan pemimpin Jihad Islam Palestina (PIJ) , Ramadan Shallah, meninggal di sebuah rumah sakit di Damaskus, Suriah, pada Sabtu pekan lalu. Musuh Israel ini sebelumnya koma lebih dari tiga tahun setelah menjalani operasi jantung.

PIJ adalah salah satu kelompok militan di Gaza yang kerap meluncurkan serangan roket ke Israel. Shallah meninggal pada usia 62 tahun.

"Kami berduka atas meninggalnya pemimpin besar Palestina yang memegang panji Jihad untuk Palestina dan Yerusalem sejak berdirinya gerakan ini," kata PIJ dalam pernyataan.

Kondisi medisnya secara pasti, termasuk kondisi komanya masih belum diketahui. Namun, laporan sejumlah media Timur Tengah menyebut Shallah meninggal saat dalam keadaan koma.

Khaled al-Batsh, anggota senior biro politik PIJ di Gaza mengatakan Shallah akan dimakamkan di kamp pengungsi Palestina Yarmouk di Damaskus, Ibu Kota Suriah.

Shallah menjadi pemimpin PIJ pada 1995 setelah kematian pendahulunya; Fathi Shiqaqi, akibat dibunuh oleh badan intelijen Israel Mossad di Malta.

Pemimpin senior PIJ yang berbasis di Gaza, Dawood Shihab mengatakan kepada Al Jazeera yang dilansir Senin (8/6/2020),bahwa kelompok itu akan tetap setia pada prinsip dan warisan Shallah.

"Dr Shallah adalah patriot Arab dan Muslim yang selalu percaya pada penyebab Palestina," katanya. (Baca: Baru Gencatan Senjata, Jihad Islam dan Israel Saling Serang Lagi )

Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor berita resmi Palestina, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan; "Kami telah kehilangan seorang tokoh patriotik utama."

Gerakan Hamas yang berbasis di Gaza mengeluarkan pernyataan yang mengatakan; "(Shallah) adalah salah satu pemimpin besar Palestina dan merupakan contoh kesabaran, ketahanan dan kejujuran serta panutan sebagai pejuang".

Shallah, yang lahir di Gaza, meraih gelar PhD dalam bidang ekonomi dari sebuah universitas di Inggris dan mengajar di University of South Florida dari tahun 1993 hingga 1995 sebelum dia mengambil alih kepemimpinan PIJ.

Pemerintah AS menempatkannya pada daftar tokoh yang paling dicari karena peran PIJ dalam serangan terhadap sasaran Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Pada tahun 2018, wakil Shallah, Ziyad Nakhaleh yang berbasis di Beirut, terpilih sebagai penggantinya.

PIJ didirikan di Gaza pada tahun 1970-an sebagai tanggapan terhadap pendudukan Israel atas Gaza dan Tepi Barat setelah mengalahkan beberapa negara Arab selama perang 1967.

PIJ didukung oleh Iran yang menyediakan sebagian besar kemampuan dan pelatihan militernya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Juru Bicara Hamas Lolos...
Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Abbas Tetapkan 28 November...
Abbas Tetapkan 28 November untuk Pemilu Legislatif Palestina Pertama dalam Lebih dari 20 Tahun
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Dibombardir AS, Asap...
Dibombardir AS, Asap Membubung di Pelabuhan Iran
Israel Siapkan Serangan...
Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!
Rekomendasi
Raih Pengakuan Riset...
Raih Pengakuan Riset STEM, 2 Peneliti SGU Masuk Kandidat Ilmuwan Muda
Digelar 5 Hari, Ini...
Digelar 5 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan MPLS 2026 untuk Murid TK
Jalur Mandiri Ujian...
Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
Berita Terkini
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved