Jumlah Kasus Covid-19 di Dunia Capai 7 Juta, New Normal Jadi Tren
Senin, 08 Juni 2020 - 12:07 WIB
loading...
A
A
A
Keputusan itu dikritik sejumlah wartawan dan anggota Kongres. Penghapusan data terjadi ketika Brasil melaporkan lebih dari 1.000 kematian selama empat hari berturut-turut. “Transparansi informasi merupakan instrumen paling kuat untuk memerangi pandmei,” ungkap Paulo Jeronimo de Sousa, Lepala Brazilian Press Association. Dia menuding pemerintah mencoba membungkam media pada jam-jam terakhir.
Ketika ditanya tentang penundaan pengumuman jumlah kasus Covid-19, Bolsonaro justru hanya mengalihkan perhatian. “Ada pada berita untuk Jornal Nacional,” canda Bolsonaro mengacu pada program berita paling banyak ditonton di Brasil yang dimulai pukul 20.30 malam. “Tayangan itu senang megatakan Brasil mencapai rekor jumlah korban meninggal,” katanya. (Baca juga: Brasil Setop Umumkan Korban Covid-19)
Sebelumnya, penanganan Bolsonaro terhadap wabah di negaranya menimbulkan berbagai kritik hingga pengunduran diri Menteri Kesehatan Nelson Teich pada Mei lalu. Nelson Teich mengkritik dekrit dikeluarkan Presiden Jair Bolsonaro yang membolehkan pusat kebugaran dan salon kecantikan dibuka kembali.
Pejabat sebelum Teich, Luiz Mandetta, dipecat Presiden Bolsonaro setelah keduanya berseteru soal kebijakan menjaga jarak. Bagaimanapun, fokus Bolsonaro terhadap meminimalisasikan gangguan ekonomi disambut banyak orang. Para pendukungnya menggelar pawai anti-lockdown dan dihadiri sendiri oleh sang presiden. Menteri Kesehatan Brasil mengundurkan diri setelah kurang dari sebulan menyusul ketidaksepakatan atas cara pemerintah menangani eskalasi krisis virus corona di negara itu. (Andika H Mustaqim)
Ketika ditanya tentang penundaan pengumuman jumlah kasus Covid-19, Bolsonaro justru hanya mengalihkan perhatian. “Ada pada berita untuk Jornal Nacional,” canda Bolsonaro mengacu pada program berita paling banyak ditonton di Brasil yang dimulai pukul 20.30 malam. “Tayangan itu senang megatakan Brasil mencapai rekor jumlah korban meninggal,” katanya. (Baca juga: Brasil Setop Umumkan Korban Covid-19)
Sebelumnya, penanganan Bolsonaro terhadap wabah di negaranya menimbulkan berbagai kritik hingga pengunduran diri Menteri Kesehatan Nelson Teich pada Mei lalu. Nelson Teich mengkritik dekrit dikeluarkan Presiden Jair Bolsonaro yang membolehkan pusat kebugaran dan salon kecantikan dibuka kembali.
Pejabat sebelum Teich, Luiz Mandetta, dipecat Presiden Bolsonaro setelah keduanya berseteru soal kebijakan menjaga jarak. Bagaimanapun, fokus Bolsonaro terhadap meminimalisasikan gangguan ekonomi disambut banyak orang. Para pendukungnya menggelar pawai anti-lockdown dan dihadiri sendiri oleh sang presiden. Menteri Kesehatan Brasil mengundurkan diri setelah kurang dari sebulan menyusul ketidaksepakatan atas cara pemerintah menangani eskalasi krisis virus corona di negara itu. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :