Oppenheimer, Penemu Bom Nuklir yang Sesali Temuannya: Saya Jadi Maut, Penghancur Dunia
Sabtu, 27 November 2021 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Selama era McCarthy, pemerintah mencopotnya dari pekerjaannya dengan komisi tersebut, dengan alasan penentangannya terhadap bom hidrogen serta hubungannya dengan komunis yang diakuinya.
Masuknya Oppenheimer dalam daftar hitam (black list) lebih berkaitan dengan penentangannya terhadap bom hirogen daripada teman-teman komunisnya. Namun, itu menciptakan skandal yang mengikutinya sampai kematiannya pada tahun 1967.
Selama beberapa dekade setelah itu, orang-orang terus berspekulasi tentang apakah dia adalah mata-mata Uni Soviet.
Sekarang, Oppenheimer sebagian besar dikenang sebagai ilmuwan yang dianiaya karena mencoba mengatasi masalah moral ciptaannya. Meskipun ada beberapa seruan, tidak ada negara yang menggunakan bom nuklir sebagai senjata sejak Hiroshima dan Nagasaki dibom. Ini berarti, sejauh ini, dunia dapat menghindari masa depan nuklir yang dikhawatirkan Oppenheimer sudah mulai bergerak.
Profil Oppenheimer sang "Bapak Bom Atom"
Nama: J. Robert Oppenheimer
Lahir: 22 April 1904 di New York City, New York, AS
Meninggal: 18 Februari 1967 (umur 62 tahun) di Princeton, New Jersey, AS
Kebangsaan: Amerika Serikat
Pendidikan: Harvard College Christ's College, Cambridge
University of Göttingen
Dikenal untuk: Pengembangan senjata nuklir
Pasangan: Katherine "Kitty" Puening (memiliki 2 anak)
Masuknya Oppenheimer dalam daftar hitam (black list) lebih berkaitan dengan penentangannya terhadap bom hirogen daripada teman-teman komunisnya. Namun, itu menciptakan skandal yang mengikutinya sampai kematiannya pada tahun 1967.
Selama beberapa dekade setelah itu, orang-orang terus berspekulasi tentang apakah dia adalah mata-mata Uni Soviet.
Sekarang, Oppenheimer sebagian besar dikenang sebagai ilmuwan yang dianiaya karena mencoba mengatasi masalah moral ciptaannya. Meskipun ada beberapa seruan, tidak ada negara yang menggunakan bom nuklir sebagai senjata sejak Hiroshima dan Nagasaki dibom. Ini berarti, sejauh ini, dunia dapat menghindari masa depan nuklir yang dikhawatirkan Oppenheimer sudah mulai bergerak.
Profil Oppenheimer sang "Bapak Bom Atom"
Nama: J. Robert Oppenheimer
Lahir: 22 April 1904 di New York City, New York, AS
Meninggal: 18 Februari 1967 (umur 62 tahun) di Princeton, New Jersey, AS
Kebangsaan: Amerika Serikat
Pendidikan: Harvard College Christ's College, Cambridge
University of Göttingen
Dikenal untuk: Pengembangan senjata nuklir
Pasangan: Katherine "Kitty" Puening (memiliki 2 anak)
(min)
Lihat Juga :