AS Tawarkan Kompensasi bagi Korban Serangan Drone Salah Sasaran di Afghanistan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 11:40 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/Reuters
A
A
A
KABUL - Pentagon telah menawarkan pembayaran belasungkawa yang tidak ditentukan kepada keluarga 10 warga sipil Afghanistan yang tewas dalam serangan drone Amerika Serikat (AS). Serangan salah sasaran ini terjadi pada Agustus selama hari-hari terakhir sebelum pasukan Amerika menarik diri dari negara itu.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, Departemen Pertahanan AS menyatakan telah membuat komitmen, termasuk menawarkan “pembayaran belasungkawa”, selain bekerja dengan Departemen Luar Negeri AS untuk mendukung anggota keluarga yang tertarik untuk relokasi ke Amerika Serikat.
Baca: Pentagon Ungkap Fasilitator ISIS-K yang Tewas dalam Serangan Drone di Afghanistan
“Colin Kahl, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk kebijakan, mengadakan pertemuan virtual dengan Steven Kwon, pendiri dan presiden Nutrition & Education International, organisasi bantuan yang mempekerjakan Zemari Ahmadi, yang tewas dalam serangan drone 29 Agustus,” ujar Sekretaris Pers Pentagon, John Kirby, Jumat (15/10/2021) malam.
Menurut Kirby, Ahmadi dan korban lainnya yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak itu adalah korban tak bersalah yang tidak bersalah dan tidak berafiliasi dengan Negara Islam di Provinsi Khorasan, ISKP (ISIS-K) atau ancaman terhadap pasukan AS.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, Departemen Pertahanan AS menyatakan telah membuat komitmen, termasuk menawarkan “pembayaran belasungkawa”, selain bekerja dengan Departemen Luar Negeri AS untuk mendukung anggota keluarga yang tertarik untuk relokasi ke Amerika Serikat.
Baca: Pentagon Ungkap Fasilitator ISIS-K yang Tewas dalam Serangan Drone di Afghanistan
“Colin Kahl, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk kebijakan, mengadakan pertemuan virtual dengan Steven Kwon, pendiri dan presiden Nutrition & Education International, organisasi bantuan yang mempekerjakan Zemari Ahmadi, yang tewas dalam serangan drone 29 Agustus,” ujar Sekretaris Pers Pentagon, John Kirby, Jumat (15/10/2021) malam.
Menurut Kirby, Ahmadi dan korban lainnya yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak itu adalah korban tak bersalah yang tidak bersalah dan tidak berafiliasi dengan Negara Islam di Provinsi Khorasan, ISKP (ISIS-K) atau ancaman terhadap pasukan AS.
Lihat Juga :