Pentagon Bilang Semua Oke-oke Saja, Prajurit Bilang Tak Siap Bertempur Malam Ini

Rabu, 27 Oktober 2021 - 09:43 WIB
loading...
Pentagon Bilang Semua...
Tentara berlatih di Camp Pendleton, California, AS, 9 Juli 2018. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Hasil survei secara mengejutkan mengungkap tingkat kesiapan tempur para prajurit Amerika Serikat (AS). Hanya satu dari tujuh responden dalam survei Angkatan Darat AS baru-baru ini yang mengatakan mereka akan siap untuk segera dikerahkan dan bertempur.

Padahal para jenderal menyatakan jauh lebih yakin akan kesiapannya untuk bertempur dibandingkan para prajurit komando. Meski demikian, Angkatan Darat AS meremehkan angka-angka dalam survei itu.

Sekitar 5.400 tentara dan warga sipil ditanya apakah unit mereka siap dikerahkan, berperang, dan menang di mana pun di dunia.

Baca juga: AS Marah Besar Israel Lanjutkan Pembangunan Unit Rumah Baru Permukiman Yahudi

“Hanya 14% yang menjawab ya, segera. 13% lainnya mengatakan mereka akan membutuhkan lebih banyak waktu, seperti sepekan (3%) atau sebulan (4%),” ungkap hasil survei yang dirilis Foreign Policy pada Selasa (26/10/2021).

Baca juga: Tonton! Video Baru Aksi Mendebarkan Pasukan Rusia Usir Perompak di Kapal Kontainer

Ada kesenjangan yang mencolok antara penilaian para jenderal, 40% di antaranya yakin akan pengerahan pasukan segera. Namun para prajurit hanya di bawah 20% yang menyatakan siap dikerahkan untuk bertempur.

Baca juga: Gempar, Inilah Foto-foto 15 Agen Mossad yang Ditangkap di Turki

Foreign Policy memperoleh hasil survei tersebut melalui permintaan Freedom of Information Act (FOIA).

Survei itu dilakukan pada Juli dan Agustus 2020, pada puncak pandemi virus corona, dan setahun sebelum AS keluar dari Afghanistan.

Dari mereka yang disurvei, 56% mengatakan pertanyaan penempatan tidak berlaku, kemungkinan karena mereka adalah pegawai sipil militer.

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Angkatan Darat AS Letnan Kolonel Terence Kelley menunjuk ke tanggal survei, dan mengatakan kepemimpinan senior percaya militer "siap untuk bertarung dan menang, baik hari ini dan musim panas lalu."

Kelley juga mengambil pendekatan berbeda terhadap hasil survei, dengan mengatakan pada saat survei itu diambil, “61 persen responden yang relevan mengatakan mereka siap untuk dikerahkan, bertarung, dan menang dalam waktu yang wajar, hari ini hingga satu bulan.”

Sejak itu, tambahnya, lebih dari 93% anggota dinas aktif telah divaksinasi terhadap Covid-19, dan pusat pelatihan tempur sekarang dalam kapasitas penuh.

Namun, menurut Heritage Foundation yang konservatif, sejak saat itu, segalanya semakin menurun.

Penilaian Heritage tentang kekuatan militer AS, yang dirilis pekan lalu, mengatakan hanya 58% dari tim tempur brigade Angkatan Darat berada pada tingkat kesiapan taktis tertinggi, 8% di bawah target, dan turun penuh 16% dari tahun 2020.

Cabang militer lainnya juga tidak jauh lebih baik. Laporan November 2020 oleh Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) menemukan hanya tiga dari 46 jenis pesawat yang digunakan militer AS telah memenuhi "tingkat kemampuan misi" mereka untuk sebagian besar tahun fiskal selama dekade terakhir.

Sementara itu, penyelidikan Angkatan Laut atas kebakaran yang menghancurkan USS Bonhomme Richard tahun lalu menemukan tidak ada seorang pun di kapal yang tahu bagaimana menemukan atau menekan tombol kendali tembakan.

Parahnya, kapal induk serbu amfibi itu akhirnya harus dibuang begitu saja sebagai barang rongsokan.

Kembali pada Februari, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal James McConville mengatakan dia bersedia mengorbankan kesiapan tempur untuk mengalahkan pandemi.

Pentagon mengatakan awal bulan ini bahwa total 58 anggota militer AS telah meninggal karena Covid-19 sejak awal pandemi. Sebaliknya, 581 tentara bunuh diri pada tahun 2020 saja.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Berita Terkini
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Infografis
Siap-siap, Nunggak Bayar...
Siap-siap, Nunggak Bayar Pajak Tak Bisa Urus SIM hingga Paspor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved