Menlu AS Bicara dengan PM Sudan setelah Dibebaskan Militer
Rabu, 27 Oktober 2021 - 09:01 WIB
loading...
Perdana Menteri (PM) Sudan Abdalla Hamdok yang digulingkan militer. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken berbicara dengan Perdana Menteri (PM) Sudan Abdalla Hamdok yang digulingkan militer pada Selasa (26/10/2021).
Pernyataan itu diungkapkan Departemen Luar Negeri AS ketika negara Afrika itu pontang-panting terkena dampak kudeta militer baru-baru ini.
"Menteri Luar Negeri AS menyambut baik pembebasan Perdana Menteri Sudan dari tahanan dan mengulangi seruannya kepada pasukan militer Sudan untuk membebaskan semua pemimpin sipil yang ditahan dan untuk memastikan keselamatan mereka," papar juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price di Washington.
Baca juga: Tolak Dukung Kudeta, Militer Angkut Perdana Menteri Sudan ke Lokasi Rahasia
Hamdok sebelumnya telah dipulangkan ke rumahnya di tengah tekanan internasional yang kuat menyusul pemecatannya dalam kudeta militer.
Baca juga: Tonton! Video Baru Aksi Mendebarkan Pasukan Rusia Usir Perompak di Kapal Kontainer
Kerusuhan terjadi di ibu kota Sudan setelah kudeta militer terjadi. Sejumlah orang tewas dalam kerusuhan di ibu kota.
Baca juga: Gempar, Inilah Foto-foto 15 Agen Mossad yang Ditangkap di Turki
Militer berdalih melancarkan kudeta untuk mencegah negara itu terjatuh dalam perang yang lebih mengerikan dan memakan lebih banyak korban jiwa.
Stabilitas politik di Sudan masih mengkhawatirkan dengan kekuasaan saat ini dipegang oleh militer.
Pernyataan itu diungkapkan Departemen Luar Negeri AS ketika negara Afrika itu pontang-panting terkena dampak kudeta militer baru-baru ini.
"Menteri Luar Negeri AS menyambut baik pembebasan Perdana Menteri Sudan dari tahanan dan mengulangi seruannya kepada pasukan militer Sudan untuk membebaskan semua pemimpin sipil yang ditahan dan untuk memastikan keselamatan mereka," papar juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price di Washington.
Baca juga: Tolak Dukung Kudeta, Militer Angkut Perdana Menteri Sudan ke Lokasi Rahasia
Hamdok sebelumnya telah dipulangkan ke rumahnya di tengah tekanan internasional yang kuat menyusul pemecatannya dalam kudeta militer.
Baca juga: Tonton! Video Baru Aksi Mendebarkan Pasukan Rusia Usir Perompak di Kapal Kontainer
Kerusuhan terjadi di ibu kota Sudan setelah kudeta militer terjadi. Sejumlah orang tewas dalam kerusuhan di ibu kota.
Baca juga: Gempar, Inilah Foto-foto 15 Agen Mossad yang Ditangkap di Turki
Militer berdalih melancarkan kudeta untuk mencegah negara itu terjatuh dalam perang yang lebih mengerikan dan memakan lebih banyak korban jiwa.
Stabilitas politik di Sudan masih mengkhawatirkan dengan kekuasaan saat ini dipegang oleh militer.
(sya)
Lihat Juga :