China Ogah Jadi Pengguna Pertama Senjata Nuklir saat Perang Pecah
Minggu, 24 Oktober 2021 - 00:30 WIB
loading...
A
A
A
China mengadopsi kebijakan NFU pada tahun 1964 ketika pertama kali memperoleh kemampuan nuklir. Tetapi Sha menyarankan bahwa Beijing sekarang harus "menyempurnakan" kebijakan itu untuk melawan kehadiran militer AS yang telah tumbuh di kawasan Indo-Pasifik sejak Amerika mulai menganggap China sebagai saingan utama, atau bahkan musuh.
Baca juga: Heboh, Ibu Dua Anak Ini Rutin Menyusui Tunangannya
Selain membuat pernyataan tentang NFU, dokumen dari Kementerian Luar Negeri China juga menekankan bahwa negara-negara dengan persenjataan nuklir terbesar memiliki tanggung jawab khusus dan utama dalam perlucutan senjata nuklir.
China sendiri tidak membuat pernyataan tentang menolak seruan untuk bergabung dengan yang disebut negosiasi kontrol senjata trilateral dengan Amerika Serikat dan Rusia.
Sebaliknya, China meminta negara-negara dengan persenjataan nuklir terbesar—AS dan Rusia—untuk lebih jauh mengurangi persenjataan nuklir mereka dengan cara yang dapat diverifikasi, tidak dapat diubah, dan mengikat secara hukum untuk menciptakan kondisi bagi perlucutan senjata nuklir yang lengkap dan menyeluruh.
Baca juga: Heboh, Ibu Dua Anak Ini Rutin Menyusui Tunangannya
Selain membuat pernyataan tentang NFU, dokumen dari Kementerian Luar Negeri China juga menekankan bahwa negara-negara dengan persenjataan nuklir terbesar memiliki tanggung jawab khusus dan utama dalam perlucutan senjata nuklir.
China sendiri tidak membuat pernyataan tentang menolak seruan untuk bergabung dengan yang disebut negosiasi kontrol senjata trilateral dengan Amerika Serikat dan Rusia.
Sebaliknya, China meminta negara-negara dengan persenjataan nuklir terbesar—AS dan Rusia—untuk lebih jauh mengurangi persenjataan nuklir mereka dengan cara yang dapat diverifikasi, tidak dapat diubah, dan mengikat secara hukum untuk menciptakan kondisi bagi perlucutan senjata nuklir yang lengkap dan menyeluruh.
(min)
Lihat Juga :