Duh, Hasil Tes COVID-19 Lebih dari 40 Ribu Warga Inggris Salah

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 19:19 WIB
loading...
Duh, Hasil Tes COVID-19...
Hasil tes lebih dari 40 ribu warga Inggris diketahui salah. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Sebuah laboratorium pengujian COVID-19 di Inggris dihentikan sementara operasionalnya karena lebih dari 40 ribu orang kemungkinan mendapatkan hasil yang keliru.

MenurutTest and Trace Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), diperkirakan 43.000 orang kemungkinan telah diberikan hasil tes COVID-19 yang salah di Klinik Kesehatan Immensa di Wolverhampton. Sebagian besar mereka berada di Inggris Barat Daya tetapi juga termasuk beberapa di sebelah Tenggara dan Wales.

Sampel telah diproses antara tanggal 8 September dan 12 Oktober. Operasi di laboratorium telah dihentikan setelah penyelidikan mengungkapkan kesalahan.

Individu yang dites negatif melalui lab dalam satu atau dua minggu terakhir sekarang akan dihubungi oleh Test and Trace serta disarankan untuk mengikuti tes lain. Nasihat yang sama berlaku untuk kontak yang dekat dengan individu bergejala COVID-19.

Baca juga: Tuding Rusia Curi Formula Vaksin AstraZeneca, Media Inggris Minta Maaf

Penyelidikan telah diprakarsai oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) setelah laporan pekan lalu menunjukkan semakin banyak orang di laboratorium yang melakukan tes negatif pada tes PCR setelah sebelumnya menerima hasil aliran lateral yang positif.

Meski begitu Badan Keamanan Kesehatan Inggris bersikeras tidak ada masalah teknis dengan aliran lateral atau tes PCR. Guna meredakan kekhawatiran, dikatakan laboratorium lain bekerja normal. Perkembangan itu digambarkan sebagai insiden terisolasi yang dikaitkan dengan satu laboratorium.

"Kami baru-baru ini melihat peningkatan jumlah hasil LFD positif yang kemudian dites negatif pada PCR. Jika Anda mendapatkan tes LFD positif, penting untuk memastikan bahwa Anda kemudian mendapatkan tes PCR lanjutan untuk mengonfirmasi bahwa Anda memiliki COVID-19. Jika Anda memiliki gejala COVID-19, isolasi diri dan lakukan tes PCR," ujar Direktur insiden kesehatan masyarakat di UKHSA, Dr Will Welfare, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (15/10/2021).

Sedangkan CEO Immensa Health Clinic Ltd, Andrea Riposati mengatakan:

Baca juga: Gawat! Lebih dari 100 Orang Swedia Disuntik dengan Vaksin COVID-19 Kedaluwarsa

"Kami sepenuhnya berkolaborasi dengan UKHSA dalam masalah ini. Kualitas adalah yang terpenting bagi kami. Kami dengan bangga telah menganalisis lebih dari 2,5 juta sampel untuk NHS Test and Trace, bekerja sama dengan tim hebat di DHSC dan UKHSA. Kami tidak menginginkan masalah ini atau hal lain untuk menodai pekerjaan luar biasa yang dilakukan oleh Inggris dalam pandemi ini."

Perkembangan ini terjadi karena penumpang yang divaksinasi penuh yang tiba di Inggris dari negara-negara yang tidak ada dalam daftar merah telah diizinkan tes aliran lateral yang lebih cepat dan lebih murah sampai. Ini memungkinkan mereka untuk kemudian mengambil foto tes mereka dan mengirimnya untuk membuktikan mereka negatif.

Sekretaris Transportasi Grant Shapps dikutip oleh Sky News mendesak kejujuran dari penumpang, sambil menggambarkan prosedur pengujian dan verifikasi sebagai langsung dan cukup cepat untuk dilakukan.

Bagi yang datang dan belum menerima vaksin COVID-19, tetap diwajibkan mengikuti tes PCR pada hari kedua setelah masuk Inggris dan karantina selama 10 hari di rumah.

Baca juga: 19 Bulan Ditutup, AS Akan Kembali Buka Perbatasan untuk Pelancong
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Ditolak AS, Omar Artan...
Ditolak AS, Omar Artan Wasit Piala Dunia asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Negaranya
Rekomendasi
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
Maraton Microdrama Makin...
Maraton Microdrama Makin Seru di V+Short, Simak Rekomendasinya!
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Infografis
Ilmuwan: Virus Langya...
Ilmuwan: Virus Langya yang Melanda Berbeda dari Virus Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved