Deretan Pangeran Arab Saudi yang Disingkirkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 14:32 WIB
loading...
Deretan Pangeran Arab...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Putra Mahkota Arab Saudi , Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), telah dianggap sebagai pemimpin de facto kerajaan tersebut karena perannya lebih dominan dari ayahnya, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud. Sejak dinobatkan sebagai calon raja, MBS telah menyingkirkan sederet pangeran yang dianggap sebagai pesaing yang berpotensi menghalangi jalannya untuk naik takhta.

Nama lengkapnya adalah Mohammed bin Salman bin Abdulaziz bin Abdul Rahman bin Faisal bin Turki bin Abdullah bin Mohammed bin Saud. Dia lahir 31 Agustus 1985.

Baca juga: Isyaratkan Rencana Perang, China Upgrade 3 Pangkalan Militer Terdekat Taiwan

Selain menjadi Putra Mahkota, Pangeran MBS menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Pertahanan dan Kepala Urusan dan Dewan Politik dan Keamanan.

Sekadar diketahui, Dewan Urusan Politik dan Keamanan Arab Saudi adalah salah satu dari dua Subkabinet Kerajaan Arab Saudi. Yang lainnya adalah Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan.

Dewan Urusan Politik dan Keamanan terdiri dari kepala intelijen dan sembilan menteri. Semua anggota dewan itu diangkat melalui dekrit kerajaan. Dewan itu didirikan oleh Raja Salman untuk menggantikan Dewan Keamanan Nasional pada Januari 2015.

MBS sebelumnya bukanlah Putra Mahkota, melainkan wakil. Dia meraih posisi itu dengan menggeser saudara sepupunya, Pangeran Mohammad bin Nayef (MBN) yang dianggap tidak akan mampu untuk naik takhta karena kecanduan obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit akibat cedera dalam operasi kontraterorisme di masa silam. Penggeseran posisi MBN ini dikenal sebagai “kudeta istana”.

MBS juga menyingkirkan atau pun menindak sederet pangeran lain dalam operasi “sapu bersih” korupsi yang sempat jadi sorotan media internasional.

Berikut deretan Pangeran Arab Saudi yang disingkirkan Putra Mahkota MBS:

1. Pangeran Mohammad bin Nayef (MBN)

Dia disingkirkan dari posisinya sebagai Putra Mahkota Arab Saudi. Dia merupakan sekutu dekat sekaligus pangeran yang dididik Amerika Serikat (AS). Dia sudah lama menjalin kontak dengan intelijen Barat dalam perang melawan terorisme, termasuk melawan al-Qaeda.

Keberadaan keponakan Raja Salman ini tak diketahui sejak digulingkan. Laporan intelijen Amerika Serikat menyebut MBN berada di bawah tahanan rumah, namun lokasinya tak ada yang tahu persis.

2. Pangeran Fahd bin Abdullah

Dia sebelumnya adalah Wakil Menteri Pertahanan. Dia ditangkap dan ditahan dalam operasi antikorupsi yang dipimpin Pangeran MBS. Belum jelas apakah dia sudah dibebaskan atau belum, namun laporan media Saudi pernah mengatakan banyak pangeran dibebaskan dalam kesepakatan perampasan aset untuk negara.

3. Pangeran Al-Waleed bin Talal

Pangeran yang juga pengusaha miliarder ini juga pernah ditangkap dalam operasi antikorupsi. Dia dibebaskan pada 27 Januari 2018.

4. Ratu Fahda binti Falah

Dia adalah istri Raja Salman dan Ibu dari MBS. Dia disebut ditempatkan di bawah tahanan rumah. Namun, dia muncul kembali di acara publik mulai Maret 2020.

5. Pangeran Khaled bin Talal

Dia adalah saudara Pangeran Al-Waleed. Dia bagian dari sederet pangeran yang ditangkap dalam operasi antikorupsi.

6. Pangeran Mutaib bin Abdullah

Dia adalah mantan kepala Garda Nasional Arab Saudi dan putra almarhum Raja Abdullah. Dia dipandang sebagai pangeran yang paling kuat dari mereka yang ditangkap di bawah komando MBS.

7. Pangeran Turki bin Abdullah

Dia adalah putra lain almarahum Raja Abdullah dan mantan gubernur Provinsi Riyadh.

8. Pangeran Faisal bin Abdullah

Dia adalah mantan kepala Saudi Red Crescent Society dan juga putra almarhum Raja Abdullah.

9. Pangeran Mishaal bin Abdullah

Dia adalah mantan gubernur provinsi Makkah dan Najran. Dia juga putra almarhum Raja Abdullah.

10. Pangeran Turki bin Nasser

Dia adalah mantan kepala kepresidenan meteorologi dan lingkungan.

11. Pangeran Turki bin Mohammed bin Saud Al Kabeer

Dia adalah mantan penasihat di istana.

Sumber: Diolah Litbang MPI dari berbagai sumber.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Paket Senjata Rp1.684...
Paket Senjata Rp1.684 Triliun Ditawarkan Trump ke Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved