Ini Cara Duterte Hadapi Warga Filipina Tolak Vaksin: Suntik Mereka Saat Tidur

Selasa, 12 Oktober 2021 - 22:27 WIB
loading...
Ini Cara Duterte Hadapi...
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto/Bloomberg
A A A
MANILA - Dokter di Filipina mungkin harus bekerja seperti ninja dengan menyelinap ke rumah-rumah warga yang menolak vaksin COVID-19 untuk menyuntik mereka saat tidur. Setidaknya itulah ide yang diajukan oleh Presiden Rodrigo Duterte untuk menghilangkan keragu-raguan atas vaksin COVID-19.

Pendekatan yang out of the box untuk meningkatkan tingkat vaksinasi telah digembar-gemborkan oleh Rodrigo Duterte selama pidato terbarunya 'Talk to the People' pada awal pekan ini.

“Saya tahu banyak orang masih ragu-ragu,” kata Duterte, seperti dikutip media setempat.

"Jadi temukan mereka di barangay (lingkungan Anda). Mari kita masuk ke rumah mereka dan memvaksinasi mereka saat mereka tidur. Cerita selesai," ujarnya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina

Duterte menambahkan bahwa dia pribadi siap memimpin razia imunisasi di malam hari.

Usulan yang dinilai hanya bercandaan itu muncul saat Presiden Filipina berusaha meyakinkan masyarakat untuk mengonsumsi vaksin tersebut. Pada program yang sama, Duterte mengambil tanggung jawab pribadi atas kegagalan pemerintahnya untuk mengamankan dosis yang cukup untuk peluncuran vaksin yang lebih cepat awal tahun ini, tetapi mencatat bahwa bahkan kampanye terbatas telah mengurangi penyebaran penyakit.

Negara kepulauan Pasifik itu memulai program imunisasi COVID-19 pada bulan Maret, menggunakan vaksin Sinovac buatan China. Duterte sebelumnya menyalahkan negara-negara kaya karena menimbun dosis yang tersedia dan meninggalkan negara-negara seperti Filipina.

Baca juga: Putra Mendiang Diktator Marcos Maju dalam Pilpres Filipina

Duterte selama ini terkenal dengan cara-cara kasar dan diluar kebiasaan dalam menghadapi berbagai persoalan. Dia terkenal dengan memperkenalkan tindakan keras polisi terhadap kejahatan narkoba, yang menurut para kritikus merupakan pembunuhan massal di luar proses hukum.

Awal bulan ini, Departemen Kehakiman mengatakan 154 polisi yang terlibat dalam perang melawan narkoba mungkin menghadapi tuntutan pidana karena melampaui kewenangan mereka. Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), yang melakukan penyelidikannya sendiri, mengatakan skala dugaan kejahatan polisi jauh lebih tinggi, dengan jumlah korban mencapai puluhan ribu.

Duterte sebelumnya telah menyarankan pendekatan yang tegas terhadap mereka yang menolak di vaksinasi. Pada bulan Juni, dia mengatakan mereka yang tidak mau divaksin harus meninggalkan negara itu atau dipenjara dan divaksin dengan paksa.

“Saya akan menangkap Anda (dan) kemudian saya akan menyuntikkan vaksin ke bokong Anda,” dia memperingatkan saat itu.

Baca juga: Mundur dari Dunia Politik, Duterte Calonkan Putrinya Jadi Capres
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Berkonflik dengan Presiden...
Berkonflik dengan Presiden Marcos Jr, Wapres Sara Duterte Terancam Dimakzulkan
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Tragis! Pesawat Bawa...
Tragis! Pesawat Bawa Penerjun Payung Jatuh, 12 Orang Tewas
Rekomendasi
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
4 Kejutan Pakistan Saat...
4 Kejutan Pakistan Saat Hadapi Serangan Militer India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved