Studi: Pandemi Covid-19 Memotong Harapan Hidup Terbesar Sejak Perang Dunia II
Minggu, 03 Oktober 2021 - 23:06 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/Reuters
A
A
A
LONDON - Pandemi Covid-19 mengurangi harapan hidup pada tahun 2020, dengan peluang terbesar sejak Perang Dunia II . Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada akhir September oleh Universitas Oxford.
Menurut penelitian tersebut, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (1/10), harapan hidup pria Amerika turun lebih dari dua tahun. Harapan hidup turun lebih dari enam bulan dibandingkan dengan 2019 di 22 dari 29 negara yang dianalisis dalam penelitian ini, yang membentang dari Eropa, Amerika Serikat (AS) dan Chili.
Baca: Kasus Covid-19 Cukup Rendah, Jangan Sampai Naik Lagi
Secara keseluruhan, ada pengurangan harapan hidup di 27 dari 29 negara. Tim peneliti Universitas Oxford mengatakan, sebagian besar pengurangan harapan hidup di berbagai negara dapat dikaitkan dengan kematian resmi Covid-19.
"Fakta bahwa hasil kami menyoroti dampak besar yang secara langsung dapat dikaitkan dengan COVID-19 menunjukkan betapa dahsyatnya kejutan itu bagi banyak negara," kata Ridhi Kashyap, salah satu penulis penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Epidemiologi Internasional.
Menurut penelitian tersebut, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (1/10), harapan hidup pria Amerika turun lebih dari dua tahun. Harapan hidup turun lebih dari enam bulan dibandingkan dengan 2019 di 22 dari 29 negara yang dianalisis dalam penelitian ini, yang membentang dari Eropa, Amerika Serikat (AS) dan Chili.
Baca: Kasus Covid-19 Cukup Rendah, Jangan Sampai Naik Lagi
Secara keseluruhan, ada pengurangan harapan hidup di 27 dari 29 negara. Tim peneliti Universitas Oxford mengatakan, sebagian besar pengurangan harapan hidup di berbagai negara dapat dikaitkan dengan kematian resmi Covid-19.
"Fakta bahwa hasil kami menyoroti dampak besar yang secara langsung dapat dikaitkan dengan COVID-19 menunjukkan betapa dahsyatnya kejutan itu bagi banyak negara," kata Ridhi Kashyap, salah satu penulis penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Epidemiologi Internasional.
Lihat Juga :