Dua Astronot AS Tiba di Stasiun ISS

Selasa, 02 Juni 2020 - 11:06 WIB
loading...
Dua Astronot AS Tiba...
Astronot NASA Bob Behnken dan Doug Hurley tiba di Stasiun Antariksa Internasional (ISS), kemarin. Foto/REUTERS
A A A
LOS ANGELES - Setelah 24 jam sejak diluncurkan dari Florida, wahan Crew Dragon SpaceX yang mengangkut astronot NASA Bob Behnken dan Doug Hurley berlabuh di Stasiun Antariksa Internasional (ISS) . Itu menjadi penerbangan dengan wahana antariksa AS pertama kali sejak 2011. Tepuk tangan menyambut kedatangan Behnken, (49) dan Hurley (53) ketika tiba di ISS.

“Saya akan mengatakan, seluruh dunia melihat misi ini. Dan kita sangat bangga untuk segalanya yang telah kalian lakukan untuk negara ini dan menginspirasi dunia,” kata pejabat NASA Jim Bridenstine kepada Behnken dan Hurley melalui jaringan telepon misi antariksa tersebut. “Sungguh hebat bagi AS bisa meluncurkan astronot kembali,” katanya dilansir Reuters. (Baca: Kerusuhan Terus Meluas, Pentagon Siagakan Sejumlah Unit Militer)

Wahan yang mengantar Behnken dan Hurley yang dioperasikan perusahaan swasta SpaceX—melekat pada bagian haluan dari ISS yang mengorbit 422 km di atas China. Misi ini menandai awal era baru karena NASA akan membeli layanan transportasi dari sektor komersial. Tidak akan lagi memiliki dan mengoperasikan sendiri pesawat milik negara dari dan ke stasiun luar angkasa.

Ini akan dilakukan eksklusif oleh perusahaan seperti SpaceX milik miliarder Elon Musk yang berbasis Hawthorne, California. Penggabungan kapsul dengan stasiun luar angkasa adalah proses yang sepenuhnya otomatis; Hurley dan Behnken tidak perlu terlibat, meskipun mereka telah berlatih pendaratan secara manual.

Ketika pintu antara wahana dan ISS tersambung, Hurley dan Behnken bertemu dengan Komandan ISS dan sesama astronot NASA Chris Cassidy serta dua kosmonot Rusia, Anatoly Ivanishin dan Ivan Vagner. “Kami senang berada di sini dan Chris akan membuat kami bekerja. Mudah-mudahan kami akan cocok dan tidak mengacaukan banyak hal,” kata Doug Hurley.

Bob Behnken mengatakan keduanya itu sudah cukup beristirahat dan siap untuk tugas ke depan. “Kami benar-benar mendapatkan tujuh jam (tidur) yang baik,” kata Behnken dalam hubungan radio dengan pengontrol misi di Houston, Texas. Dia mengatakan, malam pertama selalu ada sedikit tantangan, tetapi wahana Naga adalah kendaraan yang apik, dan memiliki aliran udara yang baik sehingga dirinya memiliki malam luar biasa. “(Kami) bersemangat untuk kembali dalam orbit rendah Bumi lagi,” katanya. (Baca juga: NASA Rilis Video Mengerikan Saat Gunung Taal Meletus)

SpaceX menerbangkan pesawat luar angkasa berawak barunya tahun lalu, namun hanya dikendarai boneka. Wahana ini merupakan yang pertama membawa manusia. Tugas Hurley dan Behnken pada misi ini adalah untuk menguji semua sistem di pesawat dan memberikan umpan balik kepada para insinyur.

SpaceX dan NASA membutuhkan demonstrasi kru sehingga mereka bisa bergerak cepat ke tahap selanjutnya dari kontrak perusahaan senilai USD2,6 miliar (Rp37,6 triliun), yang akan mencakup enam penerbangan “taksi” astronot dengan penerbangan pertama kemungkinan terjadi Agustus tahun depan.

Kedatangan Hurley dan Behnken di ISS berarti mereka bisa mengklaim bendera Amerika yang ditempatkan di platform oleh anggota misi ulang-alik terakhir pada tahun 2011. Awak pengorbit Atlantis meninggalkan bendera ini sebagai insentif bagi semua yang datang setelah mereka. Bendera yang juga ikut dalam misi penerbangan ulang-alik pertama pada 1981, sekarang akan dikembalikan ke bumi untuk diberikan pada misi yang selanjutnya melampaui orbit bumi. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Laporan Media: Israel...
Laporan Media: Israel Bangun Jaringan Militer Rahasia di Azerbaijan, Dekat Perbatasan Iran
Menteri Turki Sebut...
Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka
Rekomendasi
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved