Lirik Iran, Angkatan Laut Israel Berkeliaran di Laut Merah
Jum'at, 17 September 2021 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
Israel menuduh Iran terus mencoba menyelundupkan senjata canggih untuk Hizbullah.
Sharvit menegaskan bahwa Israel telah mencegat banyak pengiriman senjata ke Hizbullah. “Kami sangat waspada terhadap pengiriman senjata lintas laut, dan setiap kali pengiriman adalah salah satu senjata, dan bukan sesuatu yang lain, kami bertindak,” katanya.
Namun, dengan ekonomi Lebanon yang berantakan, dia mengatakan Israel “tidak tertarik” untuk menghentikan pengiriman bahan bakar yang dimaksudkan untuk penggunaan sipil.
Di sepanjang sisi selatan Israel, Sharvit mengatakan Hamas memiliki unit komando Angkatan Laut yang kecil namun tangguh.
Pasukan "manusia katak" Hamas berhasil menyusup ke pantai Israel selama perang 2014 sebelum mereka terbunuh. Sejak itu, kata Sharvit, unit tersebut telah dilengkapi dengan peralatan canggih yang memungkinkan mereka melakukan perjalanan di bawah air hingga ke garis pantai Israel dan membuatnya lebih sulit untuk dideteksi.
Selama perang baru-baru ini di bulan Mei, Israel mengatakan telah menggagalkan upaya Hamas untuk meluncurkan drone bawah air seperti torpedo ke sasaran Israel.
Baca juga: AS Akan Kerahkan Tentara Lebih Banyak ke Australia
Israel telah menghadapi kritik atas blokade laut dan pembatasan berat di Gaza. Israel mengatakan blokade diperlukan untuk mencegah penumpukan militer Hamas. Tetapi para kritikus, termasuk kelompok hak asasi manusia dan pejabat PBB, mengatakan kebijakan itu merupakan hukuman kolektif.
“Pembatasan Israel yang tidak proporsional dan tidak masuk akal terhadap akses ke perairan teritorial Gaza serta barang-barang vital yang diperlukan untuk memperbaiki kapal penangkap ikan membahayakan mata pencaharian ribuan orang, membahayakan nyawa dan menghambat pembangunan ekonomi,” kata Gisha, kelompok hak asasi manusia Israel yang menyerukan agar blokade dilonggarkan.
Sharvit, bagaimanapun, mengatakan sulit untuk memisahkan ranah sipil dan militer karena Hamas menggunakan perairan terbuka untuk menguji roket dan melatih pasukan komando Angkatan Laut-nya. “Laut adalah tempat uji coba terbesar di Gaza,” katanya.
Tetapi kekhawatiran terbesar Israel, sejauh ini, adalah musuh bebuyutannya; Iran. Israel menuduh Iran mencoba mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang dibantah Iran. Militer Zionis juga risau dengan kehadiran militer Iran di Suriah dan dukungan Iran untuk kelompok-kelompok militan seperti Hizbullah dan Hamas.
Sharvit menegaskan bahwa Israel telah mencegat banyak pengiriman senjata ke Hizbullah. “Kami sangat waspada terhadap pengiriman senjata lintas laut, dan setiap kali pengiriman adalah salah satu senjata, dan bukan sesuatu yang lain, kami bertindak,” katanya.
Namun, dengan ekonomi Lebanon yang berantakan, dia mengatakan Israel “tidak tertarik” untuk menghentikan pengiriman bahan bakar yang dimaksudkan untuk penggunaan sipil.
Di sepanjang sisi selatan Israel, Sharvit mengatakan Hamas memiliki unit komando Angkatan Laut yang kecil namun tangguh.
Pasukan "manusia katak" Hamas berhasil menyusup ke pantai Israel selama perang 2014 sebelum mereka terbunuh. Sejak itu, kata Sharvit, unit tersebut telah dilengkapi dengan peralatan canggih yang memungkinkan mereka melakukan perjalanan di bawah air hingga ke garis pantai Israel dan membuatnya lebih sulit untuk dideteksi.
Selama perang baru-baru ini di bulan Mei, Israel mengatakan telah menggagalkan upaya Hamas untuk meluncurkan drone bawah air seperti torpedo ke sasaran Israel.
Baca juga: AS Akan Kerahkan Tentara Lebih Banyak ke Australia
Israel telah menghadapi kritik atas blokade laut dan pembatasan berat di Gaza. Israel mengatakan blokade diperlukan untuk mencegah penumpukan militer Hamas. Tetapi para kritikus, termasuk kelompok hak asasi manusia dan pejabat PBB, mengatakan kebijakan itu merupakan hukuman kolektif.
“Pembatasan Israel yang tidak proporsional dan tidak masuk akal terhadap akses ke perairan teritorial Gaza serta barang-barang vital yang diperlukan untuk memperbaiki kapal penangkap ikan membahayakan mata pencaharian ribuan orang, membahayakan nyawa dan menghambat pembangunan ekonomi,” kata Gisha, kelompok hak asasi manusia Israel yang menyerukan agar blokade dilonggarkan.
Sharvit, bagaimanapun, mengatakan sulit untuk memisahkan ranah sipil dan militer karena Hamas menggunakan perairan terbuka untuk menguji roket dan melatih pasukan komando Angkatan Laut-nya. “Laut adalah tempat uji coba terbesar di Gaza,” katanya.
Tetapi kekhawatiran terbesar Israel, sejauh ini, adalah musuh bebuyutannya; Iran. Israel menuduh Iran mencoba mengembangkan senjata nuklir, tuduhan yang dibantah Iran. Militer Zionis juga risau dengan kehadiran militer Iran di Suriah dan dukungan Iran untuk kelompok-kelompok militan seperti Hizbullah dan Hamas.
Lihat Juga :