Hengkang dari Afghanistan, AS Ancam Sanksi Taliban
Rabu, 01 September 2021 - 09:59 WIB
loading...
Para milisi Taliban saat menduduki istana presiden Afghanistan, Minggu (15/8/2021). Amerika Serikat kini mengancam akan menjatuhkan sanksi pada Taliban. Foto/Screenshot Al Jazeera/Twitter @latikambourke
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah menarik total pasukannya dari Afghanistan. Kini, Washington mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Taliban , sang penguasa baru Afghanistan.
Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan penerapan sanksi akan tergantung pada perilaku kelompok tersebut.
Baca juga: Taliban Tunjukkan Pasukan Khusus di Bandara Kabul: 'Ini Pelajara bagi Dunia'
"Itu tergantung pada apa perilaku mereka. Presiden (Joe Biden) dengan jelas menguraikan bahwa kita akan menonton, seperti dunia, apa yang dilakukan Taliban," kata Psaki dalam konferensi pers hari Selasa waktu Washington, yang dilansir Bloomberg pada Rabu (1/9/2021).
Psaki mengatakan AS akan secara khusus mengawasi untuk mengizinkan warga negara Amerika, Afghanistan dan mitra AS untuk meninggalkan Afghanistan, dan bagaimana Taliban beroperasi ketika berkaitan dengan perlakuan terhadap perempuan dan hak asasi manusia.
“Ada banyak pengaruh ekonomi, sanksi yang sudah ada, yang kita dan komunitas global miliki. Kami akan menilai selama beberapa hari, minggu, dan bulan mendatang," imbuh Psaki.
Salah satu tantangan terbesar bagi pemerintahan Taliban adalah krisis uang tunai di negara itu.
Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan penerapan sanksi akan tergantung pada perilaku kelompok tersebut.
Baca juga: Taliban Tunjukkan Pasukan Khusus di Bandara Kabul: 'Ini Pelajara bagi Dunia'
"Itu tergantung pada apa perilaku mereka. Presiden (Joe Biden) dengan jelas menguraikan bahwa kita akan menonton, seperti dunia, apa yang dilakukan Taliban," kata Psaki dalam konferensi pers hari Selasa waktu Washington, yang dilansir Bloomberg pada Rabu (1/9/2021).
Psaki mengatakan AS akan secara khusus mengawasi untuk mengizinkan warga negara Amerika, Afghanistan dan mitra AS untuk meninggalkan Afghanistan, dan bagaimana Taliban beroperasi ketika berkaitan dengan perlakuan terhadap perempuan dan hak asasi manusia.
“Ada banyak pengaruh ekonomi, sanksi yang sudah ada, yang kita dan komunitas global miliki. Kami akan menilai selama beberapa hari, minggu, dan bulan mendatang," imbuh Psaki.
Salah satu tantangan terbesar bagi pemerintahan Taliban adalah krisis uang tunai di negara itu.
Lihat Juga :