Mantan Menteri Komunikasi Afghanistan Kini Jadi Kurir Sepeda di Jerman
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
“Saya tidak merasa bertanggung jawab apa-apa,” ungkap pria berusia 49 tahun itu, berdiri dengan seragam oranye di samping sepedanya.
Baca juga: NATO Salahkan Taliban, AS Malah Beri Info Intelijen pada Taliban Soal ISIS
Dalam beberapa kesempatan, mantan Menteri Komunikasi Afghanistan Syed Sadaat duduk bersama dengan perlengkapannya saat bekerja untuk layanan makanan Lieferando.
“Saya berharap para politisi yang lain bahkan akan mengikuti jalan yang sama, bekerja dengan masyarakat umum dan tidak pernah bersembunyi begitu saja,” ungkap dia.
Kisahnya turut mengungkap kekacauan yang terjadi di negara asalnya setelah Taliban merebut kekuasaan.
Keluarga dan teman-temannya juga ingin pergi dari Afghanistan, berharap dapat menumpang bersama puluhan ribu orang lain dalam penerbangan evakuasi atau mencari rute lain keluar dari negara itu.
Karena penarikan pasukan AS semakin mendekati batas waktu, jumlah orang Afghanistan yang mencari suaka di Jerman telah meningkat lebih dari 130% sejak awal tahun, sebagai tanggapan terhadap Federal Workplace for Migration and Refugees.
Baca juga: NATO Salahkan Taliban, AS Malah Beri Info Intelijen pada Taliban Soal ISIS
Dalam beberapa kesempatan, mantan Menteri Komunikasi Afghanistan Syed Sadaat duduk bersama dengan perlengkapannya saat bekerja untuk layanan makanan Lieferando.
“Saya berharap para politisi yang lain bahkan akan mengikuti jalan yang sama, bekerja dengan masyarakat umum dan tidak pernah bersembunyi begitu saja,” ungkap dia.
Kisahnya turut mengungkap kekacauan yang terjadi di negara asalnya setelah Taliban merebut kekuasaan.
Keluarga dan teman-temannya juga ingin pergi dari Afghanistan, berharap dapat menumpang bersama puluhan ribu orang lain dalam penerbangan evakuasi atau mencari rute lain keluar dari negara itu.
Karena penarikan pasukan AS semakin mendekati batas waktu, jumlah orang Afghanistan yang mencari suaka di Jerman telah meningkat lebih dari 130% sejak awal tahun, sebagai tanggapan terhadap Federal Workplace for Migration and Refugees.
Lihat Juga :