Tentara Israel Ditembak Kepalanya di Perbatasan Gaza, PM Bennett Marah
Senin, 23 Agustus 2021 - 08:18 WIB
loading...
A
A
A
“Pada malam hari, IDF [Pasukan Pertahanan Israel] merespons dengan serangan luas di Jalur Gaza. Minggu lalu, saya melakukan penilaian situasi di Divisi Gaza dengan Menteri Pertahanan Benny Gantz dan Kepala Staf [IDF] Aviv Kohavi, dan saya dapat memberi tahu Anda bahwa IDF, Komando Selatan, dan Divisi Gaza siap dan siap untuk skenario apa pun," imbuh PM Bennett.
Pada hari Minggu, faksi-faksi perlawanan Palestina di Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak akan menghentikan kerusuhan di perbatasan untuk melawan Israel.
"Kami akan melanjutkan kegiatan tanpa ragu-ragu atau mundur sampai Israel berhenti menyakiti Yerusalem dan rakyat kami di Tepi Barat, dan sampai pengepungan di Jalur Gaza dicabut," kata mereka dalam sebuah pernyataan pada konferensi pers.
"Israel harus mengambil tanggung jawab hukum dan kemanusiaan.”
Baca juga: Tolak Pengungsi, Putin: Kami Tak Ingin Militan Afghanistan Muncul di Rusia
Kelompok-kelompok itu juga mengutuk serangan Israel terhadap sasaran Hamas Sabtu malam, menyebutnya "serangan terhadap warga sipil yang tidak berdaya".
Ayah Shmueli mengatakan hari Minggu bahwa semua yang dia inginkan adalah agar putranya hidup, tetapi mengkritik militer atas "kesalahan" yang memungkinkan para perusuh begitu dekat dengan pagar dan melepaskan tembakan ke arahnya.
Pada hari Minggu, faksi-faksi perlawanan Palestina di Gaza mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak akan menghentikan kerusuhan di perbatasan untuk melawan Israel.
"Kami akan melanjutkan kegiatan tanpa ragu-ragu atau mundur sampai Israel berhenti menyakiti Yerusalem dan rakyat kami di Tepi Barat, dan sampai pengepungan di Jalur Gaza dicabut," kata mereka dalam sebuah pernyataan pada konferensi pers.
"Israel harus mengambil tanggung jawab hukum dan kemanusiaan.”
Baca juga: Tolak Pengungsi, Putin: Kami Tak Ingin Militan Afghanistan Muncul di Rusia
Kelompok-kelompok itu juga mengutuk serangan Israel terhadap sasaran Hamas Sabtu malam, menyebutnya "serangan terhadap warga sipil yang tidak berdaya".
Ayah Shmueli mengatakan hari Minggu bahwa semua yang dia inginkan adalah agar putranya hidup, tetapi mengkritik militer atas "kesalahan" yang memungkinkan para perusuh begitu dekat dengan pagar dan melepaskan tembakan ke arahnya.
Lihat Juga :