Bawa Banyak Uang Tunai, Eks Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur ke UEA

Kamis, 19 Agustus 2021 - 00:06 WIB
loading...
Bawa Banyak Uang Tunai,...
Mantan presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri ke Uni Emirat Arab dengan membawa banyak uang tunai. Foto/REUTERS/Stringer
A A A
ABU DHABI - Mantan presiden Afghanistan Ashraf Ghani kabur atau melarikan diri ke Uni Emirat Arab (UEA) bersama keluarganya. Presiden yang digulingkan Taliban itu dilaporkan membawa empat mobil yang penuh uang tunai.

Kementerian Luar Negeri UEA pada Rabu (18/8/2021) mengonfirmasi bahwa Ghani dan keluarganya disambut di negara Teluk tersebut.

Baca juga: Taliban Olesi Wajah Pria Afghanistan dengan Aspal, Diarak dengan Tali di Leher

Konfirmasi itu sekaligus menepis laporan yang beredar bawah Ghani melarikan diri ke Tajikistan. Kendati demikian, laporan media lokal menyebut Ghani ditolak mendarat di Tajikistan, kemudian terbang ke Oman sebelum akhirnya diterima di UEA.

"Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional UEA dapat mengonfirmasi bahwa UEA telah menyambut Presiden Ashraf Ghani dan keluarganya di negara ini atas dasar kemanusiaan," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Abu Dhabi tidak memberikan informasi tambahan apa pun, termasuk apakah Ghani dan keluarganya diberi suaka. Lokasi persis keberadaan mereka atau siapa yang akan membayar tempat tinggal mereka juga dirahasiakan.

Pada hari Rabu, mantan Menteri Pertahanan Afghanistan Bismillah Khan Mohammadi meminta Interpol untuk menahan Ghani karena "menjual" tanah airnya.

Mohammadi, yang juga dilaporkan telah melarikan diri ke UEA setelah runtuhnya Kabul pada hari Minggu, menuduh Ghani melakukan korupsi skala besar, dan "mengikat tangan tentara Afghanistan di belakang punggungnya", mencegahnya bertempur melawan Taliban.

Baca juga: Rusia Sebut Ghani Tinggalkan Afghanistan dengan Mobil Penuh Uang Tunai

Pada hari Senin, seorang diplomat di Kedutaan Besar Rusia di Kabul mengatakan kepada Sputniknews bahwa Presiden Ghani melarikan diri dari Kabul dengan empat mobil penuh uang tunai, dan bahwa para pembantunya terpaksa meninggalkan sebagian uang itu di landasan pacu setelah memuat sebagian darinya ke dalam helikopter.

Pada hari Rabu, The Daily Mail melaporkan bahwa Ghani diduga telah menyelundupkan uang tunai sebanyak USD169 juta atau lebih dari Rp2,4 triliun ke luar negeri, tetapi media Inggris itu tidak merinci dari mana angka itu didapat.

Pemerintah Afghanistan runtuh selama akhir pekan, kurang dari dua minggu setelah Taliban memulai serangannya untuk merebut daerah perkotaan, dan hampir tepat empat bulan setelah pengumuman penarikan tentara AS oleh Presiden Joe Biden pada bulan April.

Pada hari Selasa, wakil presiden pertama Afghanistan, Amrullah Saleh, mem-posting di Twitter untuk menyatakan dirinya sebagai presiden de-facto negara itu. "Dalam ketidakhadiran, pelarian, pengunduran diri atau kematian Presiden, FVP [Wakil Presiden Pertama] menjadi caretaker," kata Saleh merujuk pada konstitusi negaranya.

Dia menambahkan bahwa dia tetap di negara itu dan telah menjangkau para pemimpin untuk mengamankan dukungan dan konsensus mereka.

Setelah merebut sejumlah ibu kota provinsi di Afghanistan, Taliban merebut ibu kota nasional pada hari Minggu. Seorang pejabat dari intelijen Amerika Serikat sebelumnya memperkirakan bahwa Kabul akan jatuh ke tangan Taliban dalam waktu 30 hari hingga enam bulan setelah penarikan pasukan Amerika, dan faktanya terjadi dalam hitungan hari.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Tak Ingin Terus Jadi...
Tak Ingin Terus Jadi Target Rudal Iran, UEA Bayar Rp53 Triliun ke Teheran
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved