Tes Kejut Kapal Induk, Isyarat AS Tak Takut Rudal Pembunuh Kapal Induk China

Kamis, 12 Agustus 2021 - 10:25 WIB
loading...
A A A
“Selain pengumpulan data, alasan lain untuk mengumumkannya adalah untuk mengirim pesan ke China dan Rusia bahwa kapal induk AS memiliki ketahanan super dan mereka tidak khawatir tentang senjata anti-kapal konvensional China atau Rusia,” kata pakar dan mantan instruktur militer China, Song Zhongping, seperti dikutip South China Morning Post, Kamis (12/8/2021).

"Ledakan eksplosif seberat 40.000 pon jauh lebih besar daripada hulu ledak tunggal rudal atau torpedo konvensional," ujarnya.

China telah mengembangkan rudal balistik anti-kapal—dijuluki sebagai "rudal pembunuh kapal induk”—DF-21D dan DF-26. Kedua misil ini dilaporkan pernah menghantam secara bersamaan kapal target yang bergerak ribuan kilometer jauhnya di Laut China Selatan dalam uji coba Agustus lalu.

Rusia juga sedang menguji rudal jelajah anti-kapal hipersonik, Zircon, yang dapat mencapai kecepatan maksimum 9 Mach. Rudal itu mencapai target darat dalam uji coba bulan lalu.

Song mengatakan bahwa uji coba membuktikan kapal induk kelas Ford dapat menahan beberapa ranjau air atau serangan rudal di dekatnya, tetapi tidak menunjukkan perlawanan mereka terhadap serangan langsung.

“Rudal balistik atau rudal hipersonik juga dapat membawa senjata electromagnetic pulse yang diledakkan di ketinggian tinggi dan menyebabkan kerusakan pada kapal induk, atau bahkan mengeluarkannya sepenuhnya dari pertempuran,” katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved