Jerman Ogah Kirim Lagi Tentaranya ke Afghanistan untuk Gempur Taliban
Selasa, 10 Agustus 2021 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Seorang juru bicara Taliban yang dikutip AFP membenarkan bahwa ibu kota provinsi itu telah direbut.
Para milisi Taliban telah merebut tiga ibu kota provinsi selama akhir pekan—Zaranj, ibu kota provinsi selatan Nimruz, Sar-e-Pol, ibu kota provinsi utara dengan nama yang sama, dan Taloqan, ibu kota provinsi timur laut Takhar.
Mereka sebelumnya telah merebut ibu kota Kunduz di utara dan provinsi Helmand di selatan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan kepada Daily Mail bahwa kesepakatan yang dicapai tahun lalu antara AS dan Taliban adalah "kesepakatan busuk", yang menggemakan kritik terhadap mitranya dari Jerman.
Wallace mengatakan pemerintahnya telah meminta beberapa sekutu NATO untuk mempertahankan pasukan mereka di Afghanistan begitu pasukan AS pergi, tetapi gagal mengumpulkan cukup dukungan.
“Beberapa mengatakan mereka tertarik, tetapi parlemen mereka tidak. Menjadi jelas dengan cepat bahwa tanpa Amerika Serikat sebagai negara kerangka, opsi-opsi ini ditutup," kata Wallace.
Seorang juru bicara Taliban memperingatkan Washington pada hari Minggu agar tidak melakukan intervensi menyusul serangan udara AS untuk mendukung pasukan pemerintah Afghanistan yang terkepung.
Berbicara kepada Al Jazeera, juru bicara Taliban Muhammad Naeem Wardak memperingatkan AS agar tidak melakukan intervensi lebih lanjut untuk mendukung pasukan pemerintah.
Para milisi Taliban telah merebut tiga ibu kota provinsi selama akhir pekan—Zaranj, ibu kota provinsi selatan Nimruz, Sar-e-Pol, ibu kota provinsi utara dengan nama yang sama, dan Taloqan, ibu kota provinsi timur laut Takhar.
Mereka sebelumnya telah merebut ibu kota Kunduz di utara dan provinsi Helmand di selatan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan kepada Daily Mail bahwa kesepakatan yang dicapai tahun lalu antara AS dan Taliban adalah "kesepakatan busuk", yang menggemakan kritik terhadap mitranya dari Jerman.
Wallace mengatakan pemerintahnya telah meminta beberapa sekutu NATO untuk mempertahankan pasukan mereka di Afghanistan begitu pasukan AS pergi, tetapi gagal mengumpulkan cukup dukungan.
“Beberapa mengatakan mereka tertarik, tetapi parlemen mereka tidak. Menjadi jelas dengan cepat bahwa tanpa Amerika Serikat sebagai negara kerangka, opsi-opsi ini ditutup," kata Wallace.
Seorang juru bicara Taliban memperingatkan Washington pada hari Minggu agar tidak melakukan intervensi menyusul serangan udara AS untuk mendukung pasukan pemerintah Afghanistan yang terkepung.
Berbicara kepada Al Jazeera, juru bicara Taliban Muhammad Naeem Wardak memperingatkan AS agar tidak melakukan intervensi lebih lanjut untuk mendukung pasukan pemerintah.
(min)
Lihat Juga :