Penasihat Kesehatan Sebut Kecil Kemungkinan Inggris Kembali Terapkan Lockdown

Minggu, 08 Agustus 2021 - 13:53 WIB
loading...
Penasihat Kesehatan...
Neil Ferguson, salah satu penasihat utama pemerintah Inggris selama pandemi Covid-19 menuturkan, kecil kemungkinan London akan kembali terapkan lockdown. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Neil Ferguson, salah satu penasihat utama pemerintah Inggris selama pandemi Covid-19 menuturkan, kecil kemungkinan London akan kembali terapkan lockdown. Inggris beberapa waktu lalu telah mencabut lockdown, meski kasus di negara itu tetap tinggi.

“Saya pikir tidak mungkin kita membutuhkan penguncian baru atau bahkan langkah-langkah jarak sosial lain yang lebih ketat,” ucap Ferguson, seorang ahli imunologi di Imperial College London.

Namun, dia memperingatkan bahwa jika Covid-19 bermutasi "secara substansial", maka tindakan darurat perlu diambil. Baca juga: Studi Terbaru di Inggris: Vaksin Mengurangi Resiko Terinfeksi Varian Delta

“Covid-19 mungkin akan bertransisi cukup cepat dalam beberapa bulan menjadi sesuatu yang kita jalani dan kelola melalui vaksinasi daripada tindakan krisis,” ucapnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (8/8/2021).

Perubahan keberuntungan ini, katanya, disebabkan oleh vaksin yang secara dramatis mengubah hubungan antara kasus dan rawat inap.

“Kami berada pada tahap di mana kami memiliki sejumlah besar kekebalan dalam populasi, tetapi virus lebih mudah menular daripada sebelumnya sehingga kami memiliki perdagangan yang rumit ini. lepas,” katanya.

Ferguson sendiri adalah orang yang meyakinkan pemerintah Inggris tentang perlunya penguncian pertama pada Maret 2020. Baca juga: Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Gratis di Android
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Muhammad Kembali Menjadi...
Muhammad Kembali Menjadi Nama Terpopuler di Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved