Di Negara Ini COVID-19 Varian Lambda Menyebar
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 23:09 WIB
loading...
COVID-19 varian lambda telah terdeteksi di 29 negara. Foto/Ilustrasi
A
A
A
WASHINGTON - Pejabat kesehatan saat ini mulai penyebaran varian Lambda dari virus Corona baru yang sekarang telah menjadi jenis dominan di Peru dan terus menyebar di sebagian besar Amerika Selatan.
Data awal menunjukkan varian, juga dikenal sebagai varian C.37, sangat menular dan lebih tahan terhadap vaksin COVID-19 daripada jenis aslinya, meskipun para peneliti mencatat lebih banyak penelitian masih diperlukan untuk lebih memahami mutasi virus.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian Lambda pertama kali diidentifikasi di Peru pada Agustus 2020. Sejak itu, menjadi urutan dominan di sana dan kehadirannya mulai merambah ke negara-negara Amerika Selatan lainnya seperti Argentina, Brasil, Chili, Kolombia dan Ekuador.
Dalam laporan pertengahan Juni WHO , para ahli mengatakan bahwa varian tersebut telah terdeteksi di 29 negara, teritori atau wilayah, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Spanyol, Israel, dan Zimbabwe seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (6/8/2021).
Di AS, varian tersebut telah diidentifikasi di 44 negara bagian. Namun, juru bicara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menekankan bahwa proporsinya sangat rendah, 0,17 persen dari semua varian adalah Lambda.
Baca juga: Mengenal Lambda, Varian Baru Covid-19 yang Hantui Negara Bagian Amerika Serikat
Data awal menunjukkan varian, juga dikenal sebagai varian C.37, sangat menular dan lebih tahan terhadap vaksin COVID-19 daripada jenis aslinya, meskipun para peneliti mencatat lebih banyak penelitian masih diperlukan untuk lebih memahami mutasi virus.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian Lambda pertama kali diidentifikasi di Peru pada Agustus 2020. Sejak itu, menjadi urutan dominan di sana dan kehadirannya mulai merambah ke negara-negara Amerika Selatan lainnya seperti Argentina, Brasil, Chili, Kolombia dan Ekuador.
Dalam laporan pertengahan Juni WHO , para ahli mengatakan bahwa varian tersebut telah terdeteksi di 29 negara, teritori atau wilayah, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Spanyol, Israel, dan Zimbabwe seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (6/8/2021).
Di AS, varian tersebut telah diidentifikasi di 44 negara bagian. Namun, juru bicara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menekankan bahwa proporsinya sangat rendah, 0,17 persen dari semua varian adalah Lambda.
Baca juga: Mengenal Lambda, Varian Baru Covid-19 yang Hantui Negara Bagian Amerika Serikat
Lihat Juga :