Tolak Klaim Maritim di LCS, AS Desak ASEAN Lawan Tekanan China

Rabu, 14 Juli 2021 - 18:19 WIB
loading...
Tolak Klaim Maritim...
Menlu AS, Antony Blinken mengatakan Washington menolak klaim China di Laut China Selatan dan mendukung negara-negara ASEAN menghadapi tekanan Beijing. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menyatakan mendukung negara-negara ASEAN menghadapi tekanan dari China . Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken saat pertemuan AS-ASEAN.

"Blinken menekankan penolakan AS terhadap klaim maritim yang melanggar hukum China di Laut China Selatan pada pertemuan itu dan mengatakan Washington berdiri dengan penuntut Asia Tenggara dalam menghadapi paksaan (China)," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price.

China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan yang disengketakan melalui "sembilan garis putus-putus" berbentuk U yang dinyatakan secara sepihak yang bersinggungan dengan zona ekonomi eksklusif Vietnam, Malaysia, Brunei, Indonesia dan Filipina.

Price mengatakan, dalam pertemuan tersebut Blinken juga mengatakan bahwa AS memiliki "keprihatinan mendalam" tentang situasi di Myanmar dan mendesak kelompok itu untuk mengambil tindakan guna mengakhiri kekerasan, dan memulihkan demokrasi di negara itu.

"Blinken mendesak ASEAN untuk mengambil "tindakan segera" pada konsensus dan menunjuk seorang utusan khusus untuk Myanmar," ungkap Price, seperti dilansir Reuters pada Rabu (14/7/2021). Baca juga: Siapkan ‘Armada Hantu’, Pentagon Uji Kapal Perang Canggih Tak Berawak
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Iran Klaim 70% Serangannya...
Iran Klaim 70% Serangannya Hantam Target Pangkalan AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Berita Terkini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved