Mengerikan, Tornado Api Sapu California Utara, Tanda Cuaca Ekstrem Terbaru

Minggu, 11 Juli 2021 - 00:01 WIB
loading...
Mengerikan, Tornado...
Cuplikan video tornado api yang melanda Tennant, California utara, Amerika Serikat. Foto/bbc
A A A
CALIFORNIA - Tornado api terekam video saat kebakaran Tennant di California utara. Ini adalah salah satu tanda terbaru dari cuaca ekstrem yang mengancam wilayah barat Amerika Serikat (AS).

Saat ini kawasan itu menghadapi kekeringan parah dan suhu panas tertinggi. Meskipun jarang, fenomena tornado api serupa pernah terekam video dalam beberapa tahun terakhir.

Tornado api itu muncul akibat kebakaran dan tiupan angin puting beliung.



Dinas Kehutanan AS merekam video pusaran api yang mengerikan itu. “Kolom pusaran berputar dari udara panas dan gas yang naik dari api pada 29 Juni dalam kebakaran Tennant di Hutan Nasional Klamath, dekat perbatasan Oregon,” papar pernyataan Dinas Kehutanan AS.

Baca juga: Mengaku Cuma Penerjemah, Warga AS Bantah Terlibat Pembunuhan Presiden Haiti

“Pusaran api membawa asap, puing-puing dan api ke atas,” ungkap Dinas Kehutanan AS.

Baca juga: Peretas Serang Layanan Kereta Iran, Suasana Stasiun Kacau Balau

Dalam video yang mencengangkan, asap hitam tebal dengan cepat berkumpul dan berputar di dekat api, hampir sepenuhnya menutupi truk penyelamat di kejauhan.

Baca juga: Arab Saudi Umumkan Idul Adha Jatuh pada 20 Juli, Hari Arafah 19 Juli

“Pusaran api cukup kuat untuk ditangkap radar National Weather Service,” ungkap ahli meteorologi Charles Smith dari Medford.

Smith tidak bisa mengatakan berapa lama pusaran yang terlihat itu berlangsung, tetapi mencatat radar menangkap rotasi sebanyak 30 menit.

“Pusaran api belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi mereka di sisi yang lebih jarang," ungkap dia.

Kapten Tom Stokesberry bersama tim insiden kebakaran Tennant mengatakan itu adalah salah satu dari pertama kali pusaran seperti itu terdata di radar dan terekam dalam video.

Dia mencatat bahwa beberapa pohon tumbang oleh tornado api tersebut.

“Pada Kamis pagi, kebakaran Tennant telah menghanguskan lahan seluas 10.580 hektar dan 81% dapat dipadamkan. Petugas pemadam kebakaran telah membelokkan api,” ujar Stokesberry.

Namun, pusaran api itu adalah tanda lain dari kondisi cuaca berbahaya yang mengancam negara bagian yang kering, di mana beberapa kebakaran hutan besar lainnya telah tersulut.

Kebakaran Lava seluas 25.000 hektar di Hutan Nasional Shasta-Trinity adalah kebakaran terbesar di negara bagian tahun ini sejauh ini. “Sekarang 70% dapat diatasi,” papar para pejabat.

“Kebakaran Salt, juga di Shasta-Trinity, menghanguskan lahan 12.644 hektar dan 35% dapat ditangani pada Kamis pagi,” ungkap Dinas Kehutanan.

Kebakaran itu terjadi pada 30 Juni dan terus menghancurkan lebih dari dua lusin rumah.

Lebih jauh ke selatan, kebakaran Kompleks Beckwourth di Plumas County terus membakar hutan belantara.

“Yang lebih besar dari dua kobaran api, kebakaran Sugar, hampir empat kali lipat dalam semalam,” ungkap juru bicara badan darurat Phyllis Ashmead.

Kebakaran Sugar membengkak dari sekitar 3.000 hektar menjadi 11.799 hektar padaKamis pagi. 20% dapat ditangani.

“Suhu yang sangat hangat dan angin barat daya dibarengi dengan medan dan vegetasi, jadi sangat cocok untuk kebakaran,” ungkap Ashmead.

Para kru bekerja keras pada Kamis pagi untuk memanfaatkan kondisi yang lebih tenang sebelum hembusan angin 30 mil per jam kembali terjadi di sore hari.

Kantor Sheriff wilayah Plumas telah mengeluarkan perintah evakuasi wajib tambahan untuk Frenchman Lake, termasuk semua perkemahan dan penduduk di sekitar danau.

Perintah itu merupakan tambahan dari perintah evakuasi yang dikeluarkan sebelumnya untuk penduduk dari Beckwourth Genesee Road ke Harrison Ranch Road.

“Yang lebih kecil dari dua kebakaran Beckwourth, kebakaran Dotta, menghanguskan 670 hektar dan 76% dapat ditangani,” ungkap Ashmead.

Sementara itu, kebakaran Tumbleweed seluas 868 hektar di utara Los Angeles County hampir sepenuhnya dapat dipadamkan, menurut Departemen Pemadam Kebakaran LA County. Semua penutupan jalan dan evakuasi area rekreasi telah dicabut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Tewaskan 46 Orang, Korban Hilang Juga Bertambah
Rekomendasi
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Hanura Bantah Punya...
Hanura Bantah Punya Yayasan Pengelola MBG, Sebut Narasi yang Beredar Hoaks
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
Berita Terkini
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Infografis
Korea Utara Pamerkan...
Korea Utara Pamerkan Kapal Perang Perusak Berbobot 5 Ribu Ton
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved