Tepergok Ciuman dengan Ajudan, Menkes Inggris Akui Langgar Aturan Pembatasan COVID-19

Sabtu, 26 Juni 2021 - 01:37 WIB
loading...
A A A
Pemerintah Konservatif Johnson telah dicap sebagai "chumocracy" oleh para kritikus karena mempekerjakan penasihat dan kontraktor khusus dari luar pegawai negeri sipil tanpa tingkat pengawasan yang lama.

Departemen Hancock sendiri telah dituduh mengabaikan aturan pengadaan untuk memberikan kontrak yang menguntungkan untuk peralatan pelindung dan kebutuhan medis lainnya, seringkali untuk kontak pribadi. Hancock beralasan dia melakukan itu didorong oleh kebutuhan untuk mengamankan pasokan penting dengan cepat pada puncak wabah.

Hancock telah menghadapi tekanan selama berminggu-minggu sejak mantan pembantu utama Perdana Menteri, Dominic Cummings, menuduhnya merusak respons pemerintah terhadap pandemi. Cummings, yang sekarang menjadi kritikus vokal terhadap pemerintah yang pernah dia layani, mengatakan kepada politisi bulan lalu bahwa Hancock seharusnya dipecat karena dugaan kebohongan dan kesalahan. Dia juga menerbitkan pesan WhatsApp di mana Johnson mencap Hancock "benar-benar (sumpah serapah) tanpa harapan".

Cummings sendiri dituduh melanggar aturan dan merusak pesan "tinggal di rumah" pemerintah ketika dia berkendara 400 kilometer melintasi Inggris ke rumah orang tuanya selama penguncian pada musim semi 2020. Johnson menolak tekanan untuk memecatnya, tetapi Cummings meninggalkan pekerjaannya pada November di tengah perebutan kekuasaan di kantor Perdana Menteri.

Baca juga: Hidupkan Kembali Perjalanan Internasional, Inggris Pertimbangkan Berlakukan Paspor Vaksin
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved