Terbongkar, Pionir Antivirus John McAfee Tewas Gantung Diri di Penjara Spanyol

Kamis, 24 Juni 2021 - 16:01 WIB
loading...
Terbongkar, Pionir Antivirus...
Pengusaha teknologi Amerika Serikat (AS) John McAfee. Foto/REUTERS
A A A
MADRID - Pengusaha teknologi Amerika Serikat (AS) John McAfee gantung diri di sel penjaranya pada Rabu (23/6) setelah pengadilan tinggi Spanyol mengizinkan ekstradisinya ke AS atas tuduhan penggelapan pajak.

Kabar mengejutkan itu dibongkar sendiri oleh pengacaranya kepada Reuters.

Dikenal karena perilakunya yang eksentrik, McAfee, 75, adalah pelopor perangkat lunak anti-virus, dengan memperkenalkan program eponimnya pada 1980-an.

Baca juga: Hendak Diekstradisi ke AS, Raja Antivirus John McAfee Tewas di Penjara Spanyol

Dia telah didakwa di Tennessee, AS, atas tuduhan penggelapan pajak. Dia juga didakwa dalam kasus penipuan cryptocurrency di New York.

Baca juga: India Berhasil Turunkan Kasus COVID-19 Delapan Kali Lipat, Ini Rahasianya

McAfee ditangkap di bandara Barcelona, Spanyol, kemudian dipenjara di sana pada Oktober. Otoritas penjara sedang menyelidiki penyebab kematiannya yang mengejutkan.

Baca juga: Raksasa Media Jerman Minta Pegawai Pro-Palestina Cari Kerja di Tempat Lain

“Pengadilan tinggi Spanyol setuju mengekstradisi McAfee ke Amerika Serikat,” ungkap dokumen pengadilan yang dirilis pada Rabu.

Departemen Kehakiman Daerah mengkonfirmasi seorang pria AS berusia 75 ditemukan tewas di selnya pada Rabu.

“McAfee masih memiliki kesempatan mengajukan banding atas hukumannya tetapi dia tidak tahan lagi di penjara,” papar pengacara Javier Villalba.

Dia menambahkan, “Ini adalah hasil dari sistem kejam yang tidak memiliki alasan untuk menahan orang ini di penjara begitu lama.”

Selama sidang pengadilan bulan lalu, McAfee mengatakan mengingat usianya, dia akan menghabiskan sisa hidupnya di penjara jika dia dihukum di AS.

"Saya berharap pengadilan Spanyol akan melihat ketidakadilan ini," ujar McAfee.

Dia menambahkan, "AS ingin menggunakan saya sebagai contoh."

McAfee menjual perusahaan perangkat lunaknya ke Intel pada 2011 dan tidak lagi terlibat dalam bisnis ini. Dia kemudian menjalani kehidupan yang penuh warna.

Dia mengatakan pada 2019 bahwa dia belum membayar pajak penghasilan AS selama delapan tahun karena alasan ideologis.

Tahun itu, dia meninggalkan AS untuk menghindari pengadilan. Dia lebih banyak tinggal di kapal mewah megayacht bersama istrinya, empat anjing besar, dua penjaga keamanan, dan tujuh staf.

Dia menawarkan membantu Kuba menghindari embargo perdagangan AS menggunakan cryptocurrency dan berusaha mencalonkan diri sebagai presiden AS untuk Partai Libertarian.

McAfee mengatakan pada 2018 bahwa dia telah menjadi ayah dari setidaknya 47 anak. Dia tinggal di Belize selama beberapa tahun.

Dia melarikan diri setelah polisi mencari dia untuk diinterogasi dalam pembunuhan 2012 terhadap seorang tetangga. Dia memiliki satu juta pengikut di Twitter.

Dia mengaku bertemu istrinya, Janice McAfee, ketika dia meminta wanita itu sebagai pelacur saat dia dalam pelarian.

Janice McAfee mengatakan dalam posting di Twitter pada Minggu, saat Hari Ayah, “Sekarang pihak berwenang AS bertekad membuat John mati di penjara untuk membuat contoh dia karena berbicara menentang korupsi di dalam lembaga pemerintah mereka. Tidak ada harapan tentang dia yang pernah menjalani pengadilan yang adil di Amerika.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved