Begini Cara Israel Membombardir Reaktor Nuklir Osirak Saddam Hussein 1981

Kamis, 24 Juni 2021 - 00:15 WIB
loading...
A A A
Pada bulan November 1980, sebuah F-4E Phantom II Iran mengambil foto close-up dari situs Osirak yang diteruskan ke intelijen Israel. Kemudian, pada April 1981, serangan Iran yang berani menghancurkan banyak armada pembom strategis Irak di pangkalan udara H-3 di Irak barat, yang sebenarnya bisa digunakan untuk membalas Israel.

Serangan Israel dua bulan kemudian terdiri dari delapan F-16 Falcon baru dan enam pengawal F-15 Eagle, yang menyamar sebagai pesawat Yordania atau Arab Saudi untuk menyelinap ke perbatasan Irak, di mana mereka turun hingga hanya 150 kaki di atas gurun. pasir untuk menyelinap di bawah radar Irak. Saat mereka mendekati target mereka, jet-jet tempur itu muncul hingga beberapa ribu kaki dan memulai penurunan berkecepatan tinggi, menjatuhkan dua bom sekering tertunda masing-masing di atas kubah pelindung reaktor, menghancurkan target mereka. Tidak ada satu pesawat pun yang hilang dalam operasi itu, karena kru pertahanan udara Irak ditangkap saat makan malam, sama sekali tidak siap untuk menghadapi serangan. Sepuluh warga Irak dan satu orang Prancis tewas oleh bom Israel.

Namun, reaksi internasional terhadap serangan itu hampir secara universal negatif, di mana PBB mengeluarkan beberapa resolusi kecaman, dan diplomat serta pers mengecam tindakan Israel sebagai tindakan provokatif dan bahkan teroris.

Sementara serangan itu mungkin telah mengembalikan ambisi kekuatan nuklir Presiden Irak Saddam Hussein selama bertahun-tahun, itu juga mengirim mereka ke bawah tanah. Selama perang AS dengan Irak tahun 1991, pesawat AS berulang kali membom situs Osirak, menghancurkan semua yang tersisa.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
Berita Terkini
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved