Rusia: Tidak Ada Alasan Hapus AS dari Daftar Negara Tak Bersahabat

Selasa, 22 Juni 2021 - 09:39 WIB
loading...
Rusia: Tidak Ada Alasan...
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden AS Joe Biden. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia mengatakan tidak ada alasan menghapus Amerika Serikat (AS) dari daftar negara-negara yang tidak bersahabat.

Berbicara pada konferensi pers virtual, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan situasinya bisa berubah jika kesepakatan antara presiden Rusia dan AS yang dicapai pada pertemuan di Jenewa Rabu lalu diimplementasikan.

Peskov mengatakan, “Pertemuan semacam itu diperlukan untuk memahami di mana tidak ada gunanya berbicara, di mana perlu, di mana para pihak tidak setuju secara kategoris satu sama lain, dan di mana mereka dapat sepenuhnya bertindak serempak."

Baca juga: Kremlin Mengaku Menyadari Rencana AS Jatuhkan Sanksi Baru pada Rusia

“Langkah selanjutnya adalah implementasi praktis dari perjanjian, yang dapat disabotase di tingkat kerja,” ujar Peskov.

Baca juga: Jerman Tangkap Warga Rusia atas Dugaan Spionase

"Sampai implementasi di tingkat kerja ini belum mengambil karakter yang efektif, dan sampai kita melihat hasil implementasi ini, tidak ada alasan untuk perubahan (menghapus AS dari daftar negara yang tidak bersahabat)," papar Peskov.

Baca juga: Raisi Menolak Bertemu Biden Meski AS Penuhi Tuntutan Iran

Ditanya tentang babak baru sanksi AS yang diumumkan sebelumnya di Washington, Peskov mengatakan, “Moskow memahami AS akan melanjutkan kebijakan penahanannya."

"Kami menyadari kemungkinan sanksi yang akan datang yang dikodifikasi (diformalkan menjadi undang-undang). Faktanya adalah beberapa sanksi dikodifikasi. Pengenalannya bahkan tidak tergantung pada kehendak presiden AS," ujar dia.

“Namun, meskipun penerapan sanksi tidak tergantung pada keinginan presiden AS, dia dapat memutuskan tindakan apa yang akan dipilih,” ungkap dia.

"Sanksi apa yang bisa dijatuhkan, kami tentu menganalisis situasi dan menghitung opsi yang berbeda," papar dia.

Pada Sabtu, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan Washington sedang mempersiapkan sanksi baru terhadap Rusia terkait situasi tokoh oposisi Alexey Navalny dan pembangunan pipa gas Nord Stream-2.

Ditanya tentang kembalinya duta besar Rusia dan AS ke pos masing-masing, Peskov mengatakan Anatoly Antonov akan memiliki "pekerjaan yang cukup sulit" setelah kembali.

Dalam pernyataan terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Evgeny Ivanov mengatakan Rusia dan AS akan segera mulai bekerja pada masalah memulihkan pekerjaan kedutaan dan mengeluarkan visa.

Setelah Moskow dan AS saling mengusir diplomat dalam beberapa tahun terakhir, Kedutaan Besar AS di Moskow berhenti mengeluarkan visa karena kekurangan personel.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved