Raisi Presiden Baru Iran, Ahmadinejad Golput: 'Saya Tak Mau Ambil Bagian dalam Dosa Ini'
Sabtu, 19 Juni 2021 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Tiga dari empat capres mengakui kekalahan dari Raisi.
Capres Mohsen Rezaei, mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menerima lebih dari 3,3 juta suara.
Capres moderat Abdolnaser Hemmati, mantan kepala bank sentral meraih 2,4 juta suara, dan capres Amir Hossein Ghazizadeh Hashemi, anggota parlemen kubu konservatif, meraih lebih dari 1 juta suara.
Raisi dijuluki sebagai "algojo sadis" dan "jagal 1998" karena perannya sebagai anggota kunci dari apa yang disebut "Komisi Kematian", sebuah komisi yang memerintahkan ribuan orang untuk dibunuh dalam pembantaian tahun 1988.
Pada tahun 1980, pada usianya yang baru 20 tahun, Raisi diangkat menjadi jaksa pengadilan revolusioner Karaj, sebelah barat Teheran, dan pada tahun 1988 dia dipromosikan menjadi wakil jaksa Teheran.
Baca juga: Ulama Ebrahim Raisi, Capres Terunggul Iran yang Labeli AS 'Setan Besar'
Dia kemudian menjadi salah satu dari empat orang yang dipilih untuk melakukan pembantaian terhadap aktivis Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (PMOI) yang dipenjara.
Capres Mohsen Rezaei, mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menerima lebih dari 3,3 juta suara.
Capres moderat Abdolnaser Hemmati, mantan kepala bank sentral meraih 2,4 juta suara, dan capres Amir Hossein Ghazizadeh Hashemi, anggota parlemen kubu konservatif, meraih lebih dari 1 juta suara.
Raisi dijuluki sebagai "algojo sadis" dan "jagal 1998" karena perannya sebagai anggota kunci dari apa yang disebut "Komisi Kematian", sebuah komisi yang memerintahkan ribuan orang untuk dibunuh dalam pembantaian tahun 1988.
Pada tahun 1980, pada usianya yang baru 20 tahun, Raisi diangkat menjadi jaksa pengadilan revolusioner Karaj, sebelah barat Teheran, dan pada tahun 1988 dia dipromosikan menjadi wakil jaksa Teheran.
Baca juga: Ulama Ebrahim Raisi, Capres Terunggul Iran yang Labeli AS 'Setan Besar'
Dia kemudian menjadi salah satu dari empat orang yang dipilih untuk melakukan pembantaian terhadap aktivis Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (PMOI) yang dipenjara.
Lihat Juga :