Israel Serang Gaza, Pertama Kali oleh Pemerintahan Baru, Langgar Gencatan Senjata
Rabu, 16 Juni 2021 - 08:37 WIB
loading...
A
A
A
Ketegangan dari pawai meluas menjadi bentrokan, tidak hanya di Yerusalem tetapi juga di sepanjang perbatasan Gaza-Israel, yang menyebabkan banyak penangkapan.
“Seorang warga Palestina ditembak di kaki, tetapi hanya terluka ringan,” ungkap laporan Times of Israel.
Pawai telah ditunda dari Mei, ketika biasanya diadakan, karena lonjakan permusuhan dengan kelompok-kelompok bersenjata di Gaza, yang meningkat menjadi 11 hari pertempuran yang menewaskan lebih dari 250 warga Palestina dan 13 di Israel.
Kekerasan berakhir setelah kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Mesir akhir bulan lalu.
Serangan terbaru juga datang sebagai serangan pertama permusuhan dengan Gaza di bawah pemerintahan baru Israel, dengan Naftali Bennett dilantik sebagai perdana menteri pada Minggu.
Dijuluki "Blok Perubahan" dan terdiri dari partai-partai sayap kanan, tengah dan bahkan Arab, koalisi yang beragam mengakhiri pemerintahan 12 tahun oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, setelah empat pemilu berturut-turut dalam dua tahun gagal menghasilkan pemerintahan mayoritas yang bertahan lama.
“Seorang warga Palestina ditembak di kaki, tetapi hanya terluka ringan,” ungkap laporan Times of Israel.
Pawai telah ditunda dari Mei, ketika biasanya diadakan, karena lonjakan permusuhan dengan kelompok-kelompok bersenjata di Gaza, yang meningkat menjadi 11 hari pertempuran yang menewaskan lebih dari 250 warga Palestina dan 13 di Israel.
Kekerasan berakhir setelah kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Mesir akhir bulan lalu.
Serangan terbaru juga datang sebagai serangan pertama permusuhan dengan Gaza di bawah pemerintahan baru Israel, dengan Naftali Bennett dilantik sebagai perdana menteri pada Minggu.
Dijuluki "Blok Perubahan" dan terdiri dari partai-partai sayap kanan, tengah dan bahkan Arab, koalisi yang beragam mengakhiri pemerintahan 12 tahun oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, setelah empat pemilu berturut-turut dalam dua tahun gagal menghasilkan pemerintahan mayoritas yang bertahan lama.
(sya)
Lihat Juga :