NATO Akui Hubungan dengan Rusia Berada di Titik Terendah Sejak Perang Dingin
Senin, 14 Juni 2021 - 18:25 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg menyebut hal ini disebabkan oleh tindakan bermusuhan Moskow. Foto/REUTERS
A
A
A
BRUSSELS - Hubungan NATO dengan Rusia berada pada titik terendah sejak akhir Perang Dingin. Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg menyebut hal ini disebabkan oleh tindakan bermusuhan Moskow.
“Ini karena tindakan agresif Rusia. Saya yakin bahwa para pemimpin NATO akan mengkonfirmasi pendekatan jalur ganda kami ke Rusia, pertahanan yang kuat dikombinasikan dengan dialog," ucapnya.
Pada saat yang sama, Stoltenberg mencatat bahwa NATO berusaha untuk berdialog dengan Moskow, sebuah fakta, katanya, bukanlah tanda kelemahan. Baca juga: Bedah Robot Tank Uran-9 Rusia yang Bakal Bikin Repot NATO dan AS
“Dialog sebenarnya adalah tanda kekuatan selama kita bersatu, selama kita kuat, maka kita bisa berbicara dengan Rusia”, ujarnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (14/6/2021).
Pernyataan Stoltenberg muncul setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan bahwa Joe Biden ingin mengadakan diskusi tertutup dengan para pemimpin NATO tentang pertemuannya yang akan datang dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
“Ini karena tindakan agresif Rusia. Saya yakin bahwa para pemimpin NATO akan mengkonfirmasi pendekatan jalur ganda kami ke Rusia, pertahanan yang kuat dikombinasikan dengan dialog," ucapnya.
Pada saat yang sama, Stoltenberg mencatat bahwa NATO berusaha untuk berdialog dengan Moskow, sebuah fakta, katanya, bukanlah tanda kelemahan. Baca juga: Bedah Robot Tank Uran-9 Rusia yang Bakal Bikin Repot NATO dan AS
“Dialog sebenarnya adalah tanda kekuatan selama kita bersatu, selama kita kuat, maka kita bisa berbicara dengan Rusia”, ujarnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (14/6/2021).
Pernyataan Stoltenberg muncul setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan bahwa Joe Biden ingin mengadakan diskusi tertutup dengan para pemimpin NATO tentang pertemuannya yang akan datang dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Lihat Juga :