AS Jadi Biang Kerok Ketegangan Hubungan Bangladesh-China
Senin, 14 Juni 2021 - 01:00 WIB
loading...
A
A
A
Imtiaz Ahmed, seorang analis kebijakan luar negeri di Universitas Dhaka mengatakan bahwa kekhawatiran China sedikit berlebihan. Dia menyebut, Bangladesh secara historis tidak pernah bergabung dengan aliansi keamanan dan tidak pernah mau bergabung, kecuali untuk mengejar hubungan ekonomi.
Baca: Bangladesh Deteksi 2 Kasus Penyakit Langka Jamur Hitam di Ibu Kota
Mengatakan bahwa pernyataan Li datang sebagai tanggapan atas pertanyaan reporter dan tidak direncanakan, dia menuturkan bahwa Bangladesh belum membawa masalah Quad ke meja diskusi mana pun.
“Bangladesh tidak pernah bergabung dengan kelompok keamanan yang dibentuk untuk melawan negara manapun, termasuk melawan Irak atau Afghanistan di masa lalu. Jadi saya pikir itu tidak akan menjadi masalah, "katanya.
“Empat negara di Quad paling parah terkena pandemi (Covid-19) secara ekonom. AS dan India tampaknya tidak bekerja sama dalam masalah Covid-19 seperti yang diharapkan, sementara India mendapatkan pasokan medis dari China," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency.
Baca: Bangladesh Deteksi 2 Kasus Penyakit Langka Jamur Hitam di Ibu Kota
Mengatakan bahwa pernyataan Li datang sebagai tanggapan atas pertanyaan reporter dan tidak direncanakan, dia menuturkan bahwa Bangladesh belum membawa masalah Quad ke meja diskusi mana pun.
“Bangladesh tidak pernah bergabung dengan kelompok keamanan yang dibentuk untuk melawan negara manapun, termasuk melawan Irak atau Afghanistan di masa lalu. Jadi saya pikir itu tidak akan menjadi masalah, "katanya.
“Empat negara di Quad paling parah terkena pandemi (Covid-19) secara ekonom. AS dan India tampaknya tidak bekerja sama dalam masalah Covid-19 seperti yang diharapkan, sementara India mendapatkan pasokan medis dari China," sambungnya, seperti dilansir Anadolu Agency.
Lihat Juga :