Media China Sebut Laporan Lab AS Soal Asal Usul COVID-19 Konspirasi

loading...
Media China Sebut Laporan Lab AS Soal Asal Usul COVID-19 Konspirasi
Media China sebut laporan lab AS soal asal usul COVID-19 sebagai konspirasi, kisah yang menyedihkan. Foto/MarketWatch
BEIJING - China terus merespons teori kebocoran laboratorium virologi Wuhan sebagai sumber pandemi COVID-19 . Kali ini giliran majalah pemerintah China, Global Times. Surat kabar nasionalis itu menerbitkan bantahan singkat di situsnya, beberapa jam setelah Journal melaporkan penelitian Laboratorium Nasional Lawrence Livermore Mei lalu.

Menurut artikel itu, studi laboratorium penelitian federal di California adalah salah satu upaya pertama pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk secara serius mempertimbangkan kemungkinan bahwa virus Corona baru secara tidak sengaja lolos dari Institut Virologi Wuhan di provinsi Hubei tengah China.

"Laboratorium nasional menyimpulkan bahwa hipotesis yang mengklaim virus bocor dari fasilitas Wuhan masuk akal dan layak diselidiki lebih lanjut," laporan Journal menambahkan, mengatakan bahwa penelitian itu juga memengaruhi penyelidikan Departemen Luar Negeri era Presiden Donald Trump selanjutnya ke dalam apa yang disebut "teori kebocoran lab."



Baca juga: Lab Nasional AS: COVID-19 Bocor dari Lab Wuhan Masuk Akal

Menanggapi hal itu, tabloid Global Times mengklaim laporan laboratorium nasional AS yang dikutip oleh Wall Street Journal tidak memberikan bukti baru mengenai asal-usul COVID. Sebaliknya, Global Times menggambarkan penelitian itu sebagai "kisah yang menyedihkan."

Global Times, yang menerbitkan beberapa retorika terkuat China, menyebut studi Lawrence Livermore sebagai konspirasi.

"Beberapa politisi dan yang disebut ilmuwan sedang mencari cerita menyedihkan untuk mendorong agenda politik mereka," tulis Global Times dalam sebuah wawancara eksklusif dengan seseorang yang mengetahui upaya penelusuran asal usul COBID-19 WHO-China yang dilakukan awal tahun ini.

"Ini adalah langkah baru bagi media AS, tanpa memberikan data atau bukti baru, menurut sumber yang dekat dengan tim WHO, mencoba mengubah pertanyaan ilmiah menjadi permainan politik murni," tambah surat kabar itu.

"Hal tentang laporan ini adalah bahwa bahkan jika itu berisi informasi baru, tidak mungkin untuk membagikannya secara publik, jadi itu tidak membantu sama sekali," kata sumber Global Times mengutip studi laboratorium nasional AS seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (8/6/2021).

Tabloid yang dijalankan di bawah naungan Partai Komunis China itu juga berusaha untuk mengabaikan laporan intelijen AS yang menemukan tiga anggota staf di laboratorium Wuhan jatuh sakit dengan gejala mirip virus Corona baru pada November 2019.



Sebelumnya Kedutaan Besar China di AS mengecam apa yang mereka yakini sebagai tuduhan tidak berdasar bahwa COVID-19 bocor dari laboratorium di Wuhan. Kedutaan itu membandingkannya dengan tuduhan palsu tentang Irak memiliki senjata pemusnah massal.

Pada akhir Mei lalu, Presiden AS Joe Biden memerintahkan pejabat intelijen Amerika untuk membuat laporan yang memeriksa kembali asal-usul virus corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Baca juga: Teori Kebocoran Laboratorium Mencuat, Biden Perintahkan Penyelidikan Asal Virus

“Asal-usul COVID-19 adalah masalah sains dan harus dipelajari bersama oleh para ilmuwan di seluruh dunia, bukan dipolitisasi," kata juru bicara Kedutaan China di Amerika, Liu Pengyu pada Senin malam.

"Setiap kesimpulan harus ditarik sesuai dengan prosedur WHO [Organisasi Kesehatan Dunia] dan mengikuti metode berbasis sains. Kampanye untuk mempolitisasi studi tentang asal-usul dan mencoreng China tidak berbeda dengan kebohongan tentang Irak yang memiliki senjata pemusnah massal (WMD) 12 tahun lalu," ujarnya.

Baca juga: China: Klaim COVID-19 dari Lab Sama Halnya Menuduh Irak Miliki Senjata Pemusnah Massal
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top