Palestina: Netanyahu Mungkin Digulingkan, tapi Penerusnya Haus Darah dan Lebih Radikal
Jum'at, 04 Juni 2021 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
“Koalisi itu muncul sebagai hasil perjuangan antara dua kubu sayap kanan. Itu bukan perjuangan antara kelompok pro dan anti-perdamaian. Jadi bagi kami, mengganti satu pemerintahan rasis dengan yang lain tidak membuat banyak perbedaan. Meskipun kami mungkin senang melihat Netanyahu hengkang, kami tidak akan menyambut Bennett," katanya, seperti dikutip Sputniknews, Jumat (4/6/2021).
Baca juga: Di Terowongan Ini Brigade Al-Qassam Baca Al-Qur'an Sambil Siapkan Rudal Hadapi Israel
Keengganan untuk menerima Bennett dapat dimengerti. Platform politik Partai Yamina selalu menyarankan bahwa Yerusalem, yang disengketakan oleh orang-orang Yahudi dan Arab, akan menjadi milik Israel saja, tanpa pilihan untuk memisahkan kota itu.
Partai itu juga selalu berbicara menentang pembebasan tahanan Palestina yang dituduh melakukan kegiatan teror.
Partai Yamina telah bersumpah untuk melanjutkan pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat, yang dianggap sebagai tanah Yahudi oleh basis hawkish-nya, dan pada 2020 menolak rencana mantan Presiden AS Donald Trump yang ingin membagi wilayah antara Israel dan Palestina.
Jika sudah menduduki kantor Perdana Menteri Israel, Bennett tidak mungkin untuk memutar balik kebijakannya itu, terutama karena basis hawkish-nya tidak akan membiarkan dia mengambil rute itu.
Dia juga tidak diharapkan untuk berusaha mengakhiri konflik Israel-Palestina atau bekerja menuju solusi dua negara.
Baca juga: Di Terowongan Ini Brigade Al-Qassam Baca Al-Qur'an Sambil Siapkan Rudal Hadapi Israel
Keengganan untuk menerima Bennett dapat dimengerti. Platform politik Partai Yamina selalu menyarankan bahwa Yerusalem, yang disengketakan oleh orang-orang Yahudi dan Arab, akan menjadi milik Israel saja, tanpa pilihan untuk memisahkan kota itu.
Partai itu juga selalu berbicara menentang pembebasan tahanan Palestina yang dituduh melakukan kegiatan teror.
Partai Yamina telah bersumpah untuk melanjutkan pemukiman ilegal Yahudi di Tepi Barat, yang dianggap sebagai tanah Yahudi oleh basis hawkish-nya, dan pada 2020 menolak rencana mantan Presiden AS Donald Trump yang ingin membagi wilayah antara Israel dan Palestina.
Jika sudah menduduki kantor Perdana Menteri Israel, Bennett tidak mungkin untuk memutar balik kebijakannya itu, terutama karena basis hawkish-nya tidak akan membiarkan dia mengambil rute itu.
Dia juga tidak diharapkan untuk berusaha mengakhiri konflik Israel-Palestina atau bekerja menuju solusi dua negara.
Lihat Juga :