Ini Penyebab Jatuhnya Teknologi Sensitif AS ke Tangan China
Rabu, 02 Juni 2021 - 10:56 WIB
loading...
Departemen Perdagangan AS dituding jadi biang kerok jatuhnya teknologi sensitif ke tangan China. Foto/Ilustrasi
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) gagal melakukan tugasnya untuk melindungi keamanan dan menjauhkan teknologi sensitif dari tangan militer China . Demikian laporan penasihat Kongres AS yang dilihat oleh Reuters.
Laporan Komisi Tinjauan Ekonomi dan Keamanan AS-China, yang akan diterbitkan pada hari Selasa waktu setempat, mengatakan Departemen Perdagangan lambat membuat daftar teknologi sensitif yang harus diteliti sebelum diekspor ke China.
"Keterlambatan dalam mengembangkan daftar teknologi yang muncul dan mendasar, seperti yang disyaratkan oleh undang-undang 2018, dapat memperburuk risiko keamanan nasional," bunyi laporan itu.
"Departemen Perdagangan, yang dipercayakan untuk memperkuat undang-undang kontrol ekspor AS, sampai saat ini, gagal menjalankan tanggung jawabnya," kata laporan berjudul "Bisnis yang Belum Selesai: Kontrol Ekspor dan Reformasi Investasi Asing," seperti dikutip dari Reuters, Rabu (2/6/2021).
Baca juga: Selidiki Asal Usul COVID-19, China Ingatkan AS Dapat Bernasib Seperti Napoleon
Laporan tersebut juga mempertanyakan apakah penundaan lebih dari dua tahun dalam mengembangkan daftar tersebut harus diselidiki oleh inspektur jenderal Departemen Perdagangan. Laporan itu juga menanyakan apakah wewenang untuk menegakkan kontrol ekspor harus didelegasikan ke lembaga lain.
Laporan Komisi Tinjauan Ekonomi dan Keamanan AS-China, yang akan diterbitkan pada hari Selasa waktu setempat, mengatakan Departemen Perdagangan lambat membuat daftar teknologi sensitif yang harus diteliti sebelum diekspor ke China.
"Keterlambatan dalam mengembangkan daftar teknologi yang muncul dan mendasar, seperti yang disyaratkan oleh undang-undang 2018, dapat memperburuk risiko keamanan nasional," bunyi laporan itu.
"Departemen Perdagangan, yang dipercayakan untuk memperkuat undang-undang kontrol ekspor AS, sampai saat ini, gagal menjalankan tanggung jawabnya," kata laporan berjudul "Bisnis yang Belum Selesai: Kontrol Ekspor dan Reformasi Investasi Asing," seperti dikutip dari Reuters, Rabu (2/6/2021).
Baca juga: Selidiki Asal Usul COVID-19, China Ingatkan AS Dapat Bernasib Seperti Napoleon
Laporan tersebut juga mempertanyakan apakah penundaan lebih dari dua tahun dalam mengembangkan daftar tersebut harus diselidiki oleh inspektur jenderal Departemen Perdagangan. Laporan itu juga menanyakan apakah wewenang untuk menegakkan kontrol ekspor harus didelegasikan ke lembaga lain.
Lihat Juga :