Intelijen Inggris Dilaporkan Bantu AS Selidiki Dugaan COVID-19 Bocor dari Lab Wuhan
Sabtu, 29 Mei 2021 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Rabu lalu bahwa komunitas intelijen AS telah menentukan tidak ada informasi yang cukup untuk menilai apakah COVID-19 berasal dari kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi atau dari kebocoran laboratorium.
Dia lantas memerintahkan badan-badan intelijen untuk melipatgandakan upaya mereka untuk menyelidiki masalah tersebut dan untuk melaporkan temuan mereka kepadanya dalam 90 hari.
Pada bulan Maret, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis versi lengkap dari laporan oleh sekelompok ahli internasional dari organisasi tersebut tentang kunjungan ke kota Wuhan di China.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa kebocoran COVID-19 dari laboratorium sangat kecil kemungkinannya. Menurut para ahli, jenis baru virus corona kemungkinan besar ditularkan ke manusia dari kelelawar melalui hewan lain.
Namun, laporan intelijen AS yang baru-baru ini dirilis yang dikutip oleh The Wall Street Journal (WSJ) mengeklaim bahwa tiga peneliti dari Institut Virologi Wuhan di China jatuh sakit dengan infeksi pernapasan yang menyerupai COVID-19 pada November 2019, sebulan sebelum China secara resmi melaporkan kasus COVID-19. Beijing membantah keras laporan WSJ.
Dia lantas memerintahkan badan-badan intelijen untuk melipatgandakan upaya mereka untuk menyelidiki masalah tersebut dan untuk melaporkan temuan mereka kepadanya dalam 90 hari.
Pada bulan Maret, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis versi lengkap dari laporan oleh sekelompok ahli internasional dari organisasi tersebut tentang kunjungan ke kota Wuhan di China.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa kebocoran COVID-19 dari laboratorium sangat kecil kemungkinannya. Menurut para ahli, jenis baru virus corona kemungkinan besar ditularkan ke manusia dari kelelawar melalui hewan lain.
Namun, laporan intelijen AS yang baru-baru ini dirilis yang dikutip oleh The Wall Street Journal (WSJ) mengeklaim bahwa tiga peneliti dari Institut Virologi Wuhan di China jatuh sakit dengan infeksi pernapasan yang menyerupai COVID-19 pada November 2019, sebulan sebelum China secara resmi melaporkan kasus COVID-19. Beijing membantah keras laporan WSJ.
Lihat Juga :