PBB: Tak Ada Tempat Aman di Gaza, 72.000 Orang Mengungsi dan Terlantar
Rabu, 19 Mei 2021 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Israel telah menutup penyeberangan itu pekan lalu sebagai tanggapan atas roket Hamas. Namun, penyeberangan Mesir di Rafah telah dibuka.
Kerem Shalom dibuka sebentar pada Selasa untuk mengizinkan 24 truk dengan pasokan kemanusiaan memasuki Gaza, tetapi hanya lima truk yang benar-benar berhasil melewati sebelum Hamas meluncurkan mortir di persimpangan yang memaksa penutupan perlintasan itu.
Koordinator Kemanusiaan Lynn Hastings men-tweet sebagai tanggapan kejadian itu. "Serangan oleh kelompok militan Palestina di penyeberangan dilaporkan hari ini, di mana pasokan kemanusiaan dan personel dibawa ke #Gaza tidak dapat diterima, mencegah pasokan kemanusiaan penting memasuki GS. #UN akan mencoba lagi besok . Kami meminta ketenangan untuk memungkinkan kami melakukannya," papar dia.
Di antara barang-barang di truk itu adalah bahan bakar untuk pembangkit listrik Gaza, yang membantu menyediakan listrik ke Gaza.
“Kekurangan bahan bakar dan kerusakan pada tiang listrik telah mengurangi jumlah jam listrik di Gaza dari 12 jam menjadi tiga sampai empat jam sehari,” papar OCHA.
Sekitar 500.000 liter bahan bakar impor dari Mesir dan persediaan medis memasuki Gaza pada Selasa, melalui Mesir melalui gerbang Salah Ad Din.
Kerem Shalom dibuka sebentar pada Selasa untuk mengizinkan 24 truk dengan pasokan kemanusiaan memasuki Gaza, tetapi hanya lima truk yang benar-benar berhasil melewati sebelum Hamas meluncurkan mortir di persimpangan yang memaksa penutupan perlintasan itu.
Koordinator Kemanusiaan Lynn Hastings men-tweet sebagai tanggapan kejadian itu. "Serangan oleh kelompok militan Palestina di penyeberangan dilaporkan hari ini, di mana pasokan kemanusiaan dan personel dibawa ke #Gaza tidak dapat diterima, mencegah pasokan kemanusiaan penting memasuki GS. #UN akan mencoba lagi besok . Kami meminta ketenangan untuk memungkinkan kami melakukannya," papar dia.
Di antara barang-barang di truk itu adalah bahan bakar untuk pembangkit listrik Gaza, yang membantu menyediakan listrik ke Gaza.
“Kekurangan bahan bakar dan kerusakan pada tiang listrik telah mengurangi jumlah jam listrik di Gaza dari 12 jam menjadi tiga sampai empat jam sehari,” papar OCHA.
Sekitar 500.000 liter bahan bakar impor dari Mesir dan persediaan medis memasuki Gaza pada Selasa, melalui Mesir melalui gerbang Salah Ad Din.
(sya)
Lihat Juga :